Suriah imbau PBB selidiki penggunaan senjata kimia
Kamis, 21 Maret 2013 - 17:49 WIB
Suriah imbau PBB selidiki penggunaan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Bashar Ja'afari, Duta Besar Suriah untuk PBB mengatakan, Pemerintah Suriah meminta Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-moon membentuk sebuah tim untuk melakukan sebuah penyelidikan secara independen dan imparsial.
Tim ini diharap bisa memastikan siapa pihak yang telah menggunakan senjata kimia di Khan al-Assal, utara Provinsi Aleppo, Rabu (20/3/2013), seperti dilansir SANA, kantor berita Pemerintah Suriah.
Di Suriah, Walid Muallem, Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan, mereka telah mengirim sebuah surat kepada Sekjen PBB. Dalam surat tersebut, Pemerintah Suriah mengatakan, masyarakat internasional telah mendorong teroris untuk melakukan kejahatan mereka di Khan al-Assal.
"Seruan Negara Eropa dan Liga Arab untuk mempersenjatai teroris telah membuat kelompok ini meningkatkan aksi mereka dengan melakukan kejahatan yang sangat menjijikan," ungkap Muallem
"Saya tekankan sekali lagi, jika Suriah memiliki senjata kimia, rezim Pemerintah Suriah tidak akan menggunakannya untuk melawan rakyat Suriah," ungkap Muallem.
"Perjuangan militer Suriah untuk mengejar teroris dan sejumlah pihak yang mendukung aksi mereka akan terus berlanjut. Kami meminta masyarakat internasional untuk bertindak tegas dan mencegah kelompok teroris untuk terus melancarkan aksi yang berbahaya terhadap rakyat Suriah," himbau Muallem.
Permintaan ini datang setelah dua pihak yang bertikai di Suriah saling tuding telah menggunakan senjata kimia. Pejabat Suriah mengatakan, jumlah korban tewas akibat ledakan senjata kimia tersebut bertambah 15 orang, hingga totalnya menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai hampir 100 orang.
Tim ini diharap bisa memastikan siapa pihak yang telah menggunakan senjata kimia di Khan al-Assal, utara Provinsi Aleppo, Rabu (20/3/2013), seperti dilansir SANA, kantor berita Pemerintah Suriah.
Di Suriah, Walid Muallem, Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan, mereka telah mengirim sebuah surat kepada Sekjen PBB. Dalam surat tersebut, Pemerintah Suriah mengatakan, masyarakat internasional telah mendorong teroris untuk melakukan kejahatan mereka di Khan al-Assal.
"Seruan Negara Eropa dan Liga Arab untuk mempersenjatai teroris telah membuat kelompok ini meningkatkan aksi mereka dengan melakukan kejahatan yang sangat menjijikan," ungkap Muallem
"Saya tekankan sekali lagi, jika Suriah memiliki senjata kimia, rezim Pemerintah Suriah tidak akan menggunakannya untuk melawan rakyat Suriah," ungkap Muallem.
"Perjuangan militer Suriah untuk mengejar teroris dan sejumlah pihak yang mendukung aksi mereka akan terus berlanjut. Kami meminta masyarakat internasional untuk bertindak tegas dan mencegah kelompok teroris untuk terus melancarkan aksi yang berbahaya terhadap rakyat Suriah," himbau Muallem.
Permintaan ini datang setelah dua pihak yang bertikai di Suriah saling tuding telah menggunakan senjata kimia. Pejabat Suriah mengatakan, jumlah korban tewas akibat ledakan senjata kimia tersebut bertambah 15 orang, hingga totalnya menjadi 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai hampir 100 orang.
(esn)