3 hari berlalu, pemerintah CAR belum tanggapi penahanan 5 Menterinya
Rabu, 20 Maret 2013 - 13:38 WIB
3 hari berlalu, pemerintah CAR belum tanggapi penahanan 5 Menterinya
A
A
A
Sindonews.com - Tenggat waktu yang diberikan oleh pemberontak Seleka atas penahanan lima orang menteri dari Republik Afrika Tengah (CAR) hari ini berakhir, Rabu (20/3/2013). Namun, belum ada komentar ataupun tanggapan dari Pemerintah CAR seputar penahanan ini.
Awal pekan ini, Josue Binoua, Menteri Keamanan mengatakan, lima orang menteri CAR ditahan oleh pemberontak Seleka. Mereka ditahan dalam perjalanan pulang dari Kota Sibut ke Ibu Kota Bangui. Para menteri tersebut baru selesai melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat PBB, Uni Afrika, dan Uni Eropa.
"Kami memberikan waktu selama 72 jam pada Presiden Francois Bozize dan orang-orang di sekelilingnya untuk memenuhi tuntutan kami. Jika tuntutan utama kami tidak segera dipenuhi, maka kami akan melanjutkan langkah bermusuhan," ungkap Kolonel Sylvain Bordas, Juru Bicara Pemberontak Seleka, seperti dilansir Reuters.
"Sebelum permintaan kami dipenuhi, kami tidak akan membiarkan para menteri pergi dari sini. Tapi, kami akan melepaskan sejumlah delegasi yang menemani mereka untuk kembali ke Ibu Kota," terang Bordas.
Pemberontak menuntut pemerintah CAR untuk merealisasikan janji-janji yang telah disepakati dalam kesepakatan gencatan senjata pada 11 Januari 2012 lalu.
Di antaranya, memberikan beberapa posisi kunci di kursi pemerintah CAR. Mereka juga menyerukan pemerintah untuk menggabungkan 2 ribu pasukan Seleka menjadi bagian tentara CAR dan mengakui mereka dalam jajaran militer.
Awal pekan ini, Josue Binoua, Menteri Keamanan mengatakan, lima orang menteri CAR ditahan oleh pemberontak Seleka. Mereka ditahan dalam perjalanan pulang dari Kota Sibut ke Ibu Kota Bangui. Para menteri tersebut baru selesai melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat PBB, Uni Afrika, dan Uni Eropa.
"Kami memberikan waktu selama 72 jam pada Presiden Francois Bozize dan orang-orang di sekelilingnya untuk memenuhi tuntutan kami. Jika tuntutan utama kami tidak segera dipenuhi, maka kami akan melanjutkan langkah bermusuhan," ungkap Kolonel Sylvain Bordas, Juru Bicara Pemberontak Seleka, seperti dilansir Reuters.
"Sebelum permintaan kami dipenuhi, kami tidak akan membiarkan para menteri pergi dari sini. Tapi, kami akan melepaskan sejumlah delegasi yang menemani mereka untuk kembali ke Ibu Kota," terang Bordas.
Pemberontak menuntut pemerintah CAR untuk merealisasikan janji-janji yang telah disepakati dalam kesepakatan gencatan senjata pada 11 Januari 2012 lalu.
Di antaranya, memberikan beberapa posisi kunci di kursi pemerintah CAR. Mereka juga menyerukan pemerintah untuk menggabungkan 2 ribu pasukan Seleka menjadi bagian tentara CAR dan mengakui mereka dalam jajaran militer.
(esn)