14 April, Venezuela gelar pemilu presiden

Minggu, 10 Maret 2013 - 15:19 WIB
14 April, Venezuela...
14 April, Venezuela gelar pemilu presiden
A A A
Sindonews.com - Dewan Pemilihan Umum Venezuela (CNE) mengumumkan, pemilihan umum (pemilu) Presiden Venezuela akan kembali digelar pada 14 April mendatang. Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan Dewan Direksi CNE.

Tibisay Lucena, Preisiden CNE mengatakan, pencalonan kandidat presiden akan direalisasikan pada Minggu dan Senin pekan ini. Pendaftaran pemilu akan sama dengan pelaksanaan pemilu 7 Oktober 2012 lalu. Sementara para kandidat akan menggelar kampanye selama 10 hari, dimulai pada tanggal 2 -11 April mendatang. Masing-masing kandidat memiliki waktu selama 4 menit untuk berkampanye di televisi dan 5 menit di radio.

"Pemilu kali ini menjamin kebersihan sistem pemilu dan seluruh proses yang menliputinya, serta menjamin kedaulatan rakyat dalam pemungutan suara," terang Lucena.

Pelaksanaan Pemilu di Venezuela harus digelar kembali. Berdasarkan konstitusi, legislatif Venezuela harus mengambil alih jabatan Presiden, jika dia meninggal sebelum dilantik untuk periode masa jabatan baru. Tapi, jika presiden tersebut meninggal dalam masa pertama masa jabatanya, maka kekuasaan presiden yang berkuasa dilimpahkan kepada wakilnya.

Jumat (8/3/2013) lalu, usai prosesi pemakaman kenegaraan Presiden Venezuela Hugo Chavez, Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah dilantik secara resmi menjadi Presiden Venezuela. Acara pelantikan Maduro berlangsung dalama sidang khusus Majelis Nasional.

"Saya bersumpah atas nama anak-anak, pekerja, tentara, petani, dan negara ini, dan saya juga bersumpah atas nama loyalis mutlak komandan Hugo Chavez dengan tangan yang keras untuk menegakan konstitusi Bolivarian. Saya bersumpah," ungkap Maduro sambil memegang salinan konstitusi Venezuela ditangannya.

Dalam pemilu mendatang, Maduro akan bertarung dengan pemimpin oposisi Venezuela Henrique Capriles, yang dikalahkan oleh Hugo Chavez dalam pemilihan presiden Oktober lalu.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved