Irak: Turki & Qatar tak ubahnya deklarasikan perang
Rabu, 27 Februari 2013 - 22:07 WIB
Irak: Turki & Qatar tak ubahnya deklarasikan perang
A
A
A
Sindonews.com - Dukungan Turki dan Qatar untuk Pemberontak Suriah sama saja dengan deklarasi perang terhadap Irak. "Menyajikan uang dan senjata untuk al-Qaeda di Suriah oleh Qatar dan Turki merupakan deklarasi aksi bersenjata terhadap Irak," ujar seorang politisi Syiah Irak, Hadi al-Amiri, Rabu (27/2/2013).
“Muslim Sunni di Turki dan Qatar menghalangi semua upaya untuk menyelesaikan konflik di Suriah secara damai,” kata al-Amiri, seperti dikutip dari Reuters.
Amiri menuduh Turki dan Qatar telah mempersenjatai kelompok pemberontak Suriah, di mana banyak militan Sunni ikut berperang di sisi pemberontak. Termasuk al Nusra, yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda di Irak.
Irak memang telah melewati konflik sektarian parah yang terjadi pada periode 2006-2007. Namun kini, perang saudara di Suriah mulai berdampak di Irak. Puluhan ribuan kaum Sunni Irak telah melancarkan protes terhadap Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang memimpin pemerintahan Syiah di negara itu.
Puluhan militan Syiah Irak juga berjuang di Suriah bersama pasukan yang setia kepada rezim Presiden Bashar al-Assad, yang juga didukung oleh pemerintahan Syiah Iran. Amiri juga mengkritik hal ini dan menyatakan menentang pembentukan milisi baru Syiah bernama al-Mukhtar.
Beberapa orang di Distrik Jihad, sebelah barat daya Baghdad, mengaku menerima ancaman dari milisi al-Mukhtar dan meminta mereka untuk meninggalkan lingkungan campuran antara Sunni-Syiah.
"Kembali menggunakan milisi adalah kesalahan besar," kata Amiri. "Jika kita (Syi'ah) membentuk milisi dan mereka (Sunni) milisi bentuk, kemudian Irak akan hilang," tegasnya.
“Muslim Sunni di Turki dan Qatar menghalangi semua upaya untuk menyelesaikan konflik di Suriah secara damai,” kata al-Amiri, seperti dikutip dari Reuters.
Amiri menuduh Turki dan Qatar telah mempersenjatai kelompok pemberontak Suriah, di mana banyak militan Sunni ikut berperang di sisi pemberontak. Termasuk al Nusra, yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda di Irak.
Irak memang telah melewati konflik sektarian parah yang terjadi pada periode 2006-2007. Namun kini, perang saudara di Suriah mulai berdampak di Irak. Puluhan ribuan kaum Sunni Irak telah melancarkan protes terhadap Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang memimpin pemerintahan Syiah di negara itu.
Puluhan militan Syiah Irak juga berjuang di Suriah bersama pasukan yang setia kepada rezim Presiden Bashar al-Assad, yang juga didukung oleh pemerintahan Syiah Iran. Amiri juga mengkritik hal ini dan menyatakan menentang pembentukan milisi baru Syiah bernama al-Mukhtar.
Beberapa orang di Distrik Jihad, sebelah barat daya Baghdad, mengaku menerima ancaman dari milisi al-Mukhtar dan meminta mereka untuk meninggalkan lingkungan campuran antara Sunni-Syiah.
"Kembali menggunakan milisi adalah kesalahan besar," kata Amiri. "Jika kita (Syi'ah) membentuk milisi dan mereka (Sunni) milisi bentuk, kemudian Irak akan hilang," tegasnya.
(esn)