Kelompok bersenjata culik pekerja asing & bunuh polisi Nigeria
Senin, 18 Februari 2013 - 16:52 WIB
Kelompok bersenjata culik pekerja asing & bunuh polisi Nigeria
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah Perusahaan Konstruksi asing, Setraco, yang berada di Kota Jama'are, wilayah utara Nigeria, Minggu (17/2/2013) dini hari. Pihak berwenang Nigeria mengatakan, pria bersenjata itu menculik tujuh pekerja asing asal Inggris, Yunani, Italia, dan Lebanon.
Kepala Kepolisian Negara Bagian Bauchi, Mohammed Ladan mengatakan, sebelum melancarkan serangan ke Setraco, kelompok bersenjata itu terlebih dulu melancarkan serangan ke sebuah penjara lokal di Bauchi.
"Kepolisian berhasil memukul mundur serangan kelompok bersenjata saat tiba di halaman penjara. Tapi, mereka berhasil membakar dua unit mobil kepolisian," ungkap Ladan.
"Mereka kemudian melancarkan serangan ke perusahaan konstruksi asing, Setraco. Dalam serangan tesebut, seorang penjaga keamanan lokal tewas tertembak dan mereka menculik tujuh orang pekerja asing yang tengah berkerja," papar Ladan, seperti dilansir Naharnet, Senin (18/2/2013).
Ladan menambahkan, Polisi kini telah mengintensifkan upaya pencarian para korban penculikan dengan menyusuri kota Jama'are.
Menteri Luar Negeri Nigeria, Adnan Mansour membenarkan kejadian ini. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Italia dan Yunani telah menanggapi penculikan dua warga mereka. Pihak Kedutaan Besar masing-masing negara mengaku sedang meyelidiki Insiden tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada kelompok militan atau pemberontak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, kelompok Ansaru yang memiliki nama lengkap Jamaah Ansarul Muslimin Fil Bilad Sudan (kelompok perlindungan muslim Afrika kulit hitam) tahun lalu menyerang penjara dan membabaskan ratusan tahanan.
Sebulan yang lalu, Ansarul juga menyerang konvoi pasukan Nigeria yang sedang dalam perjalanan menuju Mali untuk membantu tentara Mali dan Perancis melawan pemberontak di utara Mali.
Kepala Kepolisian Negara Bagian Bauchi, Mohammed Ladan mengatakan, sebelum melancarkan serangan ke Setraco, kelompok bersenjata itu terlebih dulu melancarkan serangan ke sebuah penjara lokal di Bauchi.
"Kepolisian berhasil memukul mundur serangan kelompok bersenjata saat tiba di halaman penjara. Tapi, mereka berhasil membakar dua unit mobil kepolisian," ungkap Ladan.
"Mereka kemudian melancarkan serangan ke perusahaan konstruksi asing, Setraco. Dalam serangan tesebut, seorang penjaga keamanan lokal tewas tertembak dan mereka menculik tujuh orang pekerja asing yang tengah berkerja," papar Ladan, seperti dilansir Naharnet, Senin (18/2/2013).
Ladan menambahkan, Polisi kini telah mengintensifkan upaya pencarian para korban penculikan dengan menyusuri kota Jama'are.
Menteri Luar Negeri Nigeria, Adnan Mansour membenarkan kejadian ini. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Italia dan Yunani telah menanggapi penculikan dua warga mereka. Pihak Kedutaan Besar masing-masing negara mengaku sedang meyelidiki Insiden tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada kelompok militan atau pemberontak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, kelompok Ansaru yang memiliki nama lengkap Jamaah Ansarul Muslimin Fil Bilad Sudan (kelompok perlindungan muslim Afrika kulit hitam) tahun lalu menyerang penjara dan membabaskan ratusan tahanan.
Sebulan yang lalu, Ansarul juga menyerang konvoi pasukan Nigeria yang sedang dalam perjalanan menuju Mali untuk membantu tentara Mali dan Perancis melawan pemberontak di utara Mali.
(esn)