PBB serukan pembebasan tahanan Palestina yang mogok makan

Kamis, 14 Februari 2013 - 17:44 WIB
PBB serukan pembebasan...
PBB serukan pembebasan tahanan Palestina yang mogok makan
A A A
Sindonews.com – PBB menyerukan pembebasan 4 tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan selama berbulan-bulan. Empat tahanan yang ditahan di penjara Ramle, Israel itu adalah Samer Issawi (205 hari), Jafar Izzeddin (79 hari), Tariq Qadan (79 hari), Ayman Sharawneh (142 hari).

Pelapor khusus PBB, Richard Falk menyerukan pembebasan segera Issawi, Qaadan dan Azzidine. "Melanjutkan untuk menahan Qaadan, Azzidine, dan Issawi dalam kondisi yang tidak manusiawi. Israel bertanggung jawab atas segala kerusakan permanen," kata Falk dalam sebuah pernyataan, Rabu (13/2/2013), seperti dikutip dari Maan News.

"Jika pejabat Israel tidak dapat mengajukan bukti untuk mendukung tuduhan terhadap orang-orang ini, maka mereka harus segera dibebaskan," lanjut Falk. Menurutnya, saat ini kondisi Qaadan dan Azzidine berada di ambang kematian, karena menghadapi kemungkinan serangan jantung.

"Israel harus mengakhiri perlakuan mengerikan dan melanggar hukum dari tahanan Palestina. Masyarakat internasional harus bereaksi dan menggunakan cara apa pun memanfaatkan yang dimilikinya untuk mengakhiri ketergantungan kasar Israel terhadap penahanan administratif," kata pelapor khusus PBB itu.

Koordinator Kemanusiaan PBB, James W. Rawley menegaskan, bahwa mereka yang ditahan harus segera diadili atau dibebaskan dengan jaminan. Rawley menyatakan hal ini dalam pertemuan dengan Menteri Otoritas Palestina Urusan Tahanan Issa Qaraqe di Ramallah.

Pada pertemuan tersebut, Qaraqe memperingatkan, bahwa mogok makan adalah hitungan mundur untuk sebuah bencana. "Kita hidup di saat-saat yang sangat berbahaya dan kami memprediksi bahwa salah satu dari pemogok makan bisa mati setiap saat di tengah keheningan global," kata Qaraqe.

Sebelumnya pada 8 Februari lalu, Israel telah membebaskan seorang tahanan Palestina, Akram Rikhawi, karena yang bersangkutan melakukan aksi mogok makan. Saat dibebaskan, Rikhawi baru menjalani 4 bulan masa tahanan, dari 9 tahun yang dijatuhkan pihak berwenang Israel.

Rikhawi melakukan mogok makan selama 104 hari dan berakhir pada Juli 2012. Ia mau mengakhiri aksi mogok makannya, setelah Layanan Penjara Israel berjanji akan melepaskannya pada 25 Januari silam.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Netanyahu Anggap New...
Netanyahu Anggap New York Times Rusak Pemerintahan Israel Mendatang
Israel Tangkap Lebih...
Israel Tangkap Lebih dari 3.000 Warga Palestina Sepanjang Tahun 2022
Israel Ajukan RUU Cabut...
Israel Ajukan RUU Cabut Kewarganegaraan Palestina, Aktivis: Pembersihan Etnis!
Berita Terkini
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
4 menit yang lalu
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
1 jam yang lalu
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
3 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
5 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
8 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved