Gempa 6,9 SR guncang Jepang
Senin, 04 Februari 2013 - 17:52 WIB
Gempa 6,9 SR guncang Jepang
A
A
A
Sindonews.com – Gempa berkekuatan 6,9 Skala Ritcher (SR) mengguncang Jepang bagian utara kemarin. Getaran dahsyat bahkan terasa di seluruh Pulau Hokkaido. Berdasarkan data Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa dengan 6,9 SR itu memiliki pusat kedalaman hingga 103 kilometer di dekat Kota Obihiro.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 11.17 waktu setempat. Sebelum gempa terjadi, sudah ada peringatan dini yang disiarkan melalui radio dan televisi sehingga masyarakat sudah waspada sejak dini. Kantor berita NHK menyebutkan, sepuluh orang menderita cedera akibat tertimpa benda yang jatuh maupun terkena pecahan kaca.
Namun, belum ada laporan korban tewas. Pihak berwenang mengatakan tidak ada kerusakan serius dan gempa pun tidak memicu tsunami. Guncangan gempa dilaporkan berlangsung hanya sekitar satu menit.
Rekaman video yang diambil dari kantor NHK, Hokkaido menunjukkan layar komputer terlihat bergoyang kencang dan rak-rak berjatuhan ke jalan. Di supermarket, botol berjatuhan hingga hancur dan beberapa wilayah terkena pemadaman listrik serta sejumlah jalan raya ditutup. Jalur transportasi kereta api pun dihentikan sebagai tindakan pencegahan.
Pejabat dari Badan Meteorologi Jepang mengimbau warga agar terus waspada.”Waspadalah terhadap tanah longsor dan kemungkinan bangunan yang melemah,” dikutip Timeslive.
Sementara itu, guncangan paling keras dirasakan di bagian timur Pulau Hokkaido, pulau terbesar kedua yang populer untuk tujuan wisata ski. Sebelumnya gempa berkekuatan 7,3 SR bawah laut mengguncang daerah yang sama pada Desember tahun lalu.
Kondisi itu memicu tsunami setinggi 1 meter, namun tidak ada laporan korban jiwa. Gempa dahsyat juga terjadi pada 2011 yang disusul tsunami di timur laut Jepang hingga menyebabkan sekitar 19.000 orang tewas atau hilang, melumpuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, dan menjadi bencana terburuk di dunia dalam 25 tahun.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 11.17 waktu setempat. Sebelum gempa terjadi, sudah ada peringatan dini yang disiarkan melalui radio dan televisi sehingga masyarakat sudah waspada sejak dini. Kantor berita NHK menyebutkan, sepuluh orang menderita cedera akibat tertimpa benda yang jatuh maupun terkena pecahan kaca.
Namun, belum ada laporan korban tewas. Pihak berwenang mengatakan tidak ada kerusakan serius dan gempa pun tidak memicu tsunami. Guncangan gempa dilaporkan berlangsung hanya sekitar satu menit.
Rekaman video yang diambil dari kantor NHK, Hokkaido menunjukkan layar komputer terlihat bergoyang kencang dan rak-rak berjatuhan ke jalan. Di supermarket, botol berjatuhan hingga hancur dan beberapa wilayah terkena pemadaman listrik serta sejumlah jalan raya ditutup. Jalur transportasi kereta api pun dihentikan sebagai tindakan pencegahan.
Pejabat dari Badan Meteorologi Jepang mengimbau warga agar terus waspada.”Waspadalah terhadap tanah longsor dan kemungkinan bangunan yang melemah,” dikutip Timeslive.
Sementara itu, guncangan paling keras dirasakan di bagian timur Pulau Hokkaido, pulau terbesar kedua yang populer untuk tujuan wisata ski. Sebelumnya gempa berkekuatan 7,3 SR bawah laut mengguncang daerah yang sama pada Desember tahun lalu.
Kondisi itu memicu tsunami setinggi 1 meter, namun tidak ada laporan korban jiwa. Gempa dahsyat juga terjadi pada 2011 yang disusul tsunami di timur laut Jepang hingga menyebabkan sekitar 19.000 orang tewas atau hilang, melumpuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, dan menjadi bencana terburuk di dunia dalam 25 tahun.
(esn)