Mahkamah Agung Pakistan perintahkan penangkapan PM Ashraf

Selasa, 15 Januari 2013 - 19:14 WIB
Mahkamah Agung Pakistan...
Mahkamah Agung Pakistan perintahkan penangkapan PM Ashraf
A A A
Sindonews.com – Hakim Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Raja Pervez Ashraf atas tuduhan korupsi dalam proyek pembangkit listrik, Selasa (15/1/2013). Perintah penangkapan ini akan memperburuk kekacauan politik menjelang pemilihan umum di negara tersebut.

"Hakim Ketua Mahkamah Agung memerintahkan agar semua pihak, tanpa memandang pangkat mereka, yang telah terlibat dalam kasus ini untuk ditangkap. Dan, jika seseorang meninggalkan negara ini, maka ketua NAB (pengawas anti-korupsi) akan bertanggung jawab bersama dengan tim penyelidiknya," kata Pengacara Aamir Abbas, seperti dikutip dari Globe and Mail.

"Enam belas tersangka ini meliputi Raja Ashraf," lanjut Abbas, yang mengacu pada PM Ashraf. Menurut Abbas, PM Ashraf belum disebut dengan nama oleh Hakim Agung Iftikhar Muhammad Chaudhry.

Pengumuman ini dibuat di Mahkamah Agung saat ribuan orang melakukan protes di ibu Kota Pakistan, Islamabad. Para demonstran menuntut pembubaran parlemen segera. Hingga kini, aksi massa yang dipimpin oleh kaum ulama berpengaruh itu sudah memasuki hari ketiga.

Para pengunjuk rasa berkemah di dekat pintu masuk Parlemen Pakistan. Ribuan orang bertepuk tangan dan bersorak-sorai, ketika perintah penangkapan terhadap PM Ashraf diumumkan. Ashraf sendiri duduk di kursi PM Pakistan sejak Juni tahun lalu.

Sebelumnya pada Selasa kemarin, Ketua Mahkamah Agung Pakistan mengatakan, pemilihan umum yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada pertengahan Mei, harus diselenggarakan tepat waktu.

"Pengadilan tidak akan berkompromi mengenai hal ini," kata Chaudhry. "Komisi Pemilihan harus siap untuk pemilihan umum, segera setelah pemerintah federal atau Perdana Menteri meminta untuk itu," lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
26 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
2 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved