DK PBB segerakan pengiriman pasukan internasional ke Mali
Jum'at, 11 Januari 2013 - 21:02 WIB
DK PBB segerakan pengiriman pasukan internasional ke Mali
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Keamanan PBB menyerukan percepatan penyebaran kontingen militer internasional untuk membebaskan Mali utara yang dikuasai oleh gerilyawan Tuareg, militan islamis Ansar Dine dan sejumlah kelompok separatis lainya.
Keputusan tersebut datang, setelah Pemerintah Mali meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan pemberontak di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako, Kamis (10/1/2012).
"Situasi yang terjadi di Mali sangat serius dan dapat menimbulkan ancaman langsung terhadap proses demokrasi dan stabilitas serta keamanan internasional," ungkap Dewan Keamanan PBB saat menggelar sidang darurat di New York, Amerika Serikat, Jumat (11/1/2013).
DK PBB mendesak semua anggota PBB segera memberikan bantuan kepada militer Mali untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teroris dan sejumlah kelompok separatis terkait. Pasalnya, wilayah Konna merupakan wilayah penyangga antara kekuasan pemberontak dan militer Mali.
Jika kota tersebut dikuasai, maka pemberontak hanya perlu menguasai satu kota lagi, yakni Mopti sebelum menuju kota utama di wilayah Utara.
Gerard Araud, Duta Besar Perancis untuk PBB dalam kesempatan tersebut mengkonfirmasi bahwa pemerintah Perancis telah medapat permintaan darurat untuk membantu militer Mali. Rencananya, besok akan dikeluarkan tanggapan resmi Pemerintah Perancis.
Sebelumnya, Pemerintah Perancis mengaku tidak akan mengambil inisiatif menerjunkan pasukan ke Mali, tapi akan membantu negara-negara Afrika Barat untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat internasional untuk menggunakan kekuatan. Sejalan dengan resolusi DK PBB, Perancis berharap pasukan pertama yang diutus menumpas geriliyawan Mali datang dari pasukan Afrika.
Keputusan tersebut datang, setelah Pemerintah Mali meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan pemberontak di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako, Kamis (10/1/2012).
"Situasi yang terjadi di Mali sangat serius dan dapat menimbulkan ancaman langsung terhadap proses demokrasi dan stabilitas serta keamanan internasional," ungkap Dewan Keamanan PBB saat menggelar sidang darurat di New York, Amerika Serikat, Jumat (11/1/2013).
DK PBB mendesak semua anggota PBB segera memberikan bantuan kepada militer Mali untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teroris dan sejumlah kelompok separatis terkait. Pasalnya, wilayah Konna merupakan wilayah penyangga antara kekuasan pemberontak dan militer Mali.
Jika kota tersebut dikuasai, maka pemberontak hanya perlu menguasai satu kota lagi, yakni Mopti sebelum menuju kota utama di wilayah Utara.
Gerard Araud, Duta Besar Perancis untuk PBB dalam kesempatan tersebut mengkonfirmasi bahwa pemerintah Perancis telah medapat permintaan darurat untuk membantu militer Mali. Rencananya, besok akan dikeluarkan tanggapan resmi Pemerintah Perancis.
Sebelumnya, Pemerintah Perancis mengaku tidak akan mengambil inisiatif menerjunkan pasukan ke Mali, tapi akan membantu negara-negara Afrika Barat untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat internasional untuk menggunakan kekuatan. Sejalan dengan resolusi DK PBB, Perancis berharap pasukan pertama yang diutus menumpas geriliyawan Mali datang dari pasukan Afrika.
(esn)