Mesir izinkan aliran bantuan bahan bangunan ke Gaza
Sabtu, 29 Desember 2012 - 22:50 WIB
Mesir izinkan aliran bantuan bahan bangunan ke Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Untuk pertamakalinya sejak 2007, Mesir mengizinkan aliran bantuan bahan bangunan masuk ke Jalur Gaza melalui Rafah, Sabtu (29/12/2012). “Ini adalah kali pertama sejak Hamas merebut kekuasaan di kantong Palestina pada 2007,” ujar seorang pejabat perbatasan Mesir, seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Bantuan ini adalah bagian dari pengiriman bahan bangunan yang disumbangkan oleh negara-negara Teluk yang digagas Qatar. Negara donor Palestina ini menjanjikan USD400 juta untuk biaya rekonstruksi di Jalur Gaza.
Hamas sendiri telah menyatakan harapannya, bahwa meningkatkan kekuasaan kaum muslim di Mesir, akan membuat Pemerintah Mesir kian bersimpati dan menyebabkan pembukaan penuh perbatasan Rafah untuk jalur masuk barang-barang komersil.
Perbatasan Rafah dengan Mesir adalah satu-satunya penyeberangan ke Jalur Gaza yang tidak dikontrol oleh Israel. Selama ini, Kairo telah membatasi penggunaan Rafah untuk menyeberang Jalur Gaza bagi para wisatawan dan bantuan medis, sehingga menimbulkan dampak penyelundupan barang melalui terowongan ke Jalur Gaza.
“Untuk sementara pemerintah Mesir telah setuju untuk mengizinkan Qatar menyumbangkan material bahan bangunan ke Jalur Gaza. Namun, pengiriman ini tidak menandai dimulainya pembukaan penuh perbatasan, seperti yang diharapkan Hamas,” ungkap seorang pejabat perbatasan Mesir yang tak mau disebutkan namanya.
Seorang pejabat dalam pemerintahan Hamas di Gaza mengatakan, hal ini adalah langkah positif. "Kami berharap, bahwa Mesir akan membuka penyeberangan ini secara permanen, untuk barang sehingga orang. Sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan rakyat di Gaza," kata Ehab al-Ghsain, Kepala Kantor Media Pemerintahan Hamas.
Bantuan ini adalah bagian dari pengiriman bahan bangunan yang disumbangkan oleh negara-negara Teluk yang digagas Qatar. Negara donor Palestina ini menjanjikan USD400 juta untuk biaya rekonstruksi di Jalur Gaza.
Hamas sendiri telah menyatakan harapannya, bahwa meningkatkan kekuasaan kaum muslim di Mesir, akan membuat Pemerintah Mesir kian bersimpati dan menyebabkan pembukaan penuh perbatasan Rafah untuk jalur masuk barang-barang komersil.
Perbatasan Rafah dengan Mesir adalah satu-satunya penyeberangan ke Jalur Gaza yang tidak dikontrol oleh Israel. Selama ini, Kairo telah membatasi penggunaan Rafah untuk menyeberang Jalur Gaza bagi para wisatawan dan bantuan medis, sehingga menimbulkan dampak penyelundupan barang melalui terowongan ke Jalur Gaza.
“Untuk sementara pemerintah Mesir telah setuju untuk mengizinkan Qatar menyumbangkan material bahan bangunan ke Jalur Gaza. Namun, pengiriman ini tidak menandai dimulainya pembukaan penuh perbatasan, seperti yang diharapkan Hamas,” ungkap seorang pejabat perbatasan Mesir yang tak mau disebutkan namanya.
Seorang pejabat dalam pemerintahan Hamas di Gaza mengatakan, hal ini adalah langkah positif. "Kami berharap, bahwa Mesir akan membuka penyeberangan ini secara permanen, untuk barang sehingga orang. Sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan rakyat di Gaza," kata Ehab al-Ghsain, Kepala Kantor Media Pemerintahan Hamas.
(esn)