Taliban Pakistan tak akan letakkan senjata
Jum'at, 28 Desember 2012 - 18:59 WIB
Taliban Pakistan tak akan letakkan senjata
A
A
A
Sindonews.com – Komandan Taliban Pakistan mengaku pihaknya bersedia untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Pakistan, tapi menolak untuk melucuti senjata. Pernyataan ini disampaikan oleh Taliban Pakistan melalui sebuah rekaman video yang dikirim ke kantor berita Reuters, Jumat (28/12/2012).
“Kami percaya dengan dialog, tetapi tidak boleh sembrono," ujar Komandan Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud. "Meminta kami untuk meletakkan senjata adalah sebuah lelucon," lanjut Mehsud. Dalam tayangan video tersebut, Mehsud nampak duduk sambil memeluk sebuah senapan.
Di samping Mehsud, nampak wakil pemimin Taliban Pakistan, Wali ur-Rehman. Para pejabat militer Pakistan mengatakan, telah terjadi perpecahan antara Rehman dan Mehsud. Namun, Mehsud menegaskan bahwa hal itu hanyalah propaganda yang disebarkan oleh militer Pakistan.
Sebelumnya, pada pertengahan pekan ini, Taliban Pakistan telah menawarkan gencatan senjata pada Pemerintah Pakistan. Namun, kelompok militan ini mengajukan syarat, yakni Pemerintah Pakistan harus menulis ulang hukum dan konstitusi negeri itu sesuai dengan hukum Islam.
"Kami siap untuk melakukan gencatan senjata dengan Pakistan, selama mereka mau memenuhi tuntutan kami, bahwa sistem Islam harus dimasukan ke dalam hukum. Mereka juga harus memperbaiki kebijakan luar negeri dan setuju untuk berhenti memenuhi tuntutan Amerika Serikat (AS),” jelas Juru Bicara Taliban Pakistan, Ihsanullah Ihsan.
“Kami percaya dengan dialog, tetapi tidak boleh sembrono," ujar Komandan Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud. "Meminta kami untuk meletakkan senjata adalah sebuah lelucon," lanjut Mehsud. Dalam tayangan video tersebut, Mehsud nampak duduk sambil memeluk sebuah senapan.
Di samping Mehsud, nampak wakil pemimin Taliban Pakistan, Wali ur-Rehman. Para pejabat militer Pakistan mengatakan, telah terjadi perpecahan antara Rehman dan Mehsud. Namun, Mehsud menegaskan bahwa hal itu hanyalah propaganda yang disebarkan oleh militer Pakistan.
Sebelumnya, pada pertengahan pekan ini, Taliban Pakistan telah menawarkan gencatan senjata pada Pemerintah Pakistan. Namun, kelompok militan ini mengajukan syarat, yakni Pemerintah Pakistan harus menulis ulang hukum dan konstitusi negeri itu sesuai dengan hukum Islam.
"Kami siap untuk melakukan gencatan senjata dengan Pakistan, selama mereka mau memenuhi tuntutan kami, bahwa sistem Islam harus dimasukan ke dalam hukum. Mereka juga harus memperbaiki kebijakan luar negeri dan setuju untuk berhenti memenuhi tuntutan Amerika Serikat (AS),” jelas Juru Bicara Taliban Pakistan, Ihsanullah Ihsan.
(esn)