Sekjen PBB kecam serangan Pemberontak Seleka
Kamis, 27 Desember 2012 - 12:59 WIB
Sekjen PBB kecam serangan Pemberontak Seleka
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) PBB Ban Ki-moon mengecam keras serangan pemberontak Republik Afrika Tengah (RAT) yang menamai diri pemberontak Seleka.
Seperti yang dilaporkan media setempat, pemberontak Seleka telah berhasil menguasai Kota Kaga Bandoro, Rabu (26/12/2012). Pemberontak Seleka juga berhasil memperluas wilayah kekuasaanya ke wilayah Utara dan Timur RAT setelah bertempur dengan pasukan pemerintah RAT, awal pekan ini.
"Sekjen PBB mengutuk keras serangan kelompok senjata yang berkoalisi dengan pemberontak Seleka di beberapa kota di RAT," ungkap Juru Bicara Sekjen PBB seperti diberitakan Xinhua, Kamis (27/12/2012).
"Sekjen menyerukan semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan tidak malanjutkan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk kekerasan seksual dan berbasis gender. Sekjen juga meminta Pemerintah RAT menjamin keselamatan warga sipil dan menghargai hak asasi setiap orang," lanjutnya.
Ki-moon mengatakan langkah pemberontak Seleka telah merusak perjanjian damai yang telah diupayakan oleh masyarakat internasional. Dia juga menyesalkan pertempuran yang mengakibatkan jatuhnya korban dan ratusan pengungsi di depan kedutaan besar Prancis di Ibu Kota Bagui, RAT.
Namun pihak pemberontak menuding bahwa pihak pemerintah-lah yang telah melanggar perjanjian. Sebelum menguasai Kota Kaga Bandoro, pemberontak Selaka mengatakan bahwa Presiden RAT, Francois Boziz, telah gagal melaksanakan Perjanjian Libreville Global Peace yang ditandatangani pada 2007.
Seperti yang dilaporkan media setempat, pemberontak Seleka telah berhasil menguasai Kota Kaga Bandoro, Rabu (26/12/2012). Pemberontak Seleka juga berhasil memperluas wilayah kekuasaanya ke wilayah Utara dan Timur RAT setelah bertempur dengan pasukan pemerintah RAT, awal pekan ini.
"Sekjen PBB mengutuk keras serangan kelompok senjata yang berkoalisi dengan pemberontak Seleka di beberapa kota di RAT," ungkap Juru Bicara Sekjen PBB seperti diberitakan Xinhua, Kamis (27/12/2012).
"Sekjen menyerukan semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan tidak malanjutkan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk kekerasan seksual dan berbasis gender. Sekjen juga meminta Pemerintah RAT menjamin keselamatan warga sipil dan menghargai hak asasi setiap orang," lanjutnya.
Ki-moon mengatakan langkah pemberontak Seleka telah merusak perjanjian damai yang telah diupayakan oleh masyarakat internasional. Dia juga menyesalkan pertempuran yang mengakibatkan jatuhnya korban dan ratusan pengungsi di depan kedutaan besar Prancis di Ibu Kota Bagui, RAT.
Namun pihak pemberontak menuding bahwa pihak pemerintah-lah yang telah melanggar perjanjian. Sebelum menguasai Kota Kaga Bandoro, pemberontak Selaka mengatakan bahwa Presiden RAT, Francois Boziz, telah gagal melaksanakan Perjanjian Libreville Global Peace yang ditandatangani pada 2007.
(esn)