China minta PM baru Jepang untuk perbaiki hubungan
Rabu, 26 Desember 2012 - 17:56 WIB
China minta PM baru Jepang untuk perbaiki hubungan
A
A
A
Sindonews.com – China menyerukan Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Shinzo Abe untuk mencoba memperbaiki hubungan akibat sengketa wilayah.
"Kami berharap pemerintahan baru Jepang akan bertemu pihak China dan melakukan upaya konkret untuk mengatasi kesulitan dalam hubungan bilateral," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (26/12/2012).
Menurut Chunying, upaya seperti itu perlu dilakukan, agar bisa mendorong hubungan bilateral kembali ke jalur perkembangan yang normal. "Kami siap untuk bekerja sama dengan pihak Jepang guna mendorong perkembangan hubungan bilateral," kata Chunying.
Pernyataan ini disampaikan China setelah Abe terpilih sebagai PM Jepang, usai kemenangan Partai Liberal Demokrat dalam pemilu awal bulan ini. Ini kali kedua Abe menjabat sebagai PM Jepang.
China dan Jepang telah berselisih mengenai pulau-pulau kecil di Laut China Timur. Kedua negara mengklaim diri sebagai pemilik kepulauan itu, meski saat ini kepulauan itu berada di bawah kontrol Jepang. China menyebut kepulauan itu sebagai Diaoyu, sementara di Jepang kepulauan itu dikenal sebagai Senkaku.
Chunying menegaskan posisi China tentang sengketa ini dan menyebut Kepulauan Diaoyu sebagai wilayah yang melekat dengan China sejak ratusan tahun lalu. Ia juga menambahkan, bahwa Beijing ingin menyelesaikan sengketa melalui dialog dan negosiasi.
"Tugas mendesak untuk Jepang sekarang adalah untuk menunjukkan ketulusan dan mengambil tindakan konkrit untuk mengatasi situasi saat ini dan meningkatkan hubungan bilateral," lanjut Chunying.
"Kami berharap pemerintahan baru Jepang akan bertemu pihak China dan melakukan upaya konkret untuk mengatasi kesulitan dalam hubungan bilateral," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (26/12/2012).
Menurut Chunying, upaya seperti itu perlu dilakukan, agar bisa mendorong hubungan bilateral kembali ke jalur perkembangan yang normal. "Kami siap untuk bekerja sama dengan pihak Jepang guna mendorong perkembangan hubungan bilateral," kata Chunying.
Pernyataan ini disampaikan China setelah Abe terpilih sebagai PM Jepang, usai kemenangan Partai Liberal Demokrat dalam pemilu awal bulan ini. Ini kali kedua Abe menjabat sebagai PM Jepang.
China dan Jepang telah berselisih mengenai pulau-pulau kecil di Laut China Timur. Kedua negara mengklaim diri sebagai pemilik kepulauan itu, meski saat ini kepulauan itu berada di bawah kontrol Jepang. China menyebut kepulauan itu sebagai Diaoyu, sementara di Jepang kepulauan itu dikenal sebagai Senkaku.
Chunying menegaskan posisi China tentang sengketa ini dan menyebut Kepulauan Diaoyu sebagai wilayah yang melekat dengan China sejak ratusan tahun lalu. Ia juga menambahkan, bahwa Beijing ingin menyelesaikan sengketa melalui dialog dan negosiasi.
"Tugas mendesak untuk Jepang sekarang adalah untuk menunjukkan ketulusan dan mengambil tindakan konkrit untuk mengatasi situasi saat ini dan meningkatkan hubungan bilateral," lanjut Chunying.
(esn)