Militan Mali lanjutkan penghancuran makam kuno di Timbuktu
Senin, 24 Desember 2012 - 11:11 WIB
Militan Mali lanjutkan penghancuran makam kuno di Timbuktu
A
A
A
Sindonews.com - Ansar Dine, kelompok militan Mali kembali melakukan pengerusakan terhadap dua bagian makam kuno di Timbuktu, wilayah Utara Mali, Minggu (23/12/2012). Aksi pengerusakan ini dilakukan oleh sekitar 15 pria yang diduga memiliki kaitan dengan Al-Qaeda.
"Sejak pukul 8 pagi, mereka kembali menghacurkan dua bagian makam yang tersisa. Satu bagian makam telah dihancurkan beberapa bulan yang lalu ," ungkap Youssouf Toure seperti diberitakan Reuters, Senin (24/12/2012).
Toure mengatakan kelompok militan tersebut diangkut truk dan turun di dekat mesjid. Mereka kemudian menghancurkan semua bagian belakang makam dengan menggunakan kampak.
Makam kuno yang dikeramatkan ini masuk dalam situs warisan dunia yang ditetapkan PBB. Karena nilai sejarah yang dikandungnya, PBB pun menetapkan makam ini sebagai bangunan yang harus dilindungi. Namun, kelompok militan berpendapat, makam ini tak ubahnya berhala yang disembah. Karenanya, makam ini pun harus dihancurkan.
"Tidak ada makam lagi di wilayah Timbuktu, tuhan tidak suka itu," ungkap Abou Dardar, Pemimpin Kelompok militan Ansar Dine.
Serangan kali ini merupakan serangan ke lima sepanjang tahun 2012. Serangan yang dilancarkan dalam rangka menegakan hukum islam ini terjadi beberapa hari setelah PBB menyetujui intervensi militer di Mali.
Sebelumnya, Uni Eropa, Amerika Serikat dan sejumlah negara lain telah mengecam serangan sebelumnya pada makam-makam bersejarah di Mali. Negara ini memang memiliki sejumlah situs pemakaman kuno yang kerap dikunjungi para peziarah. Namun, militan Islam menganggap kuil seperti berhala dan dilarang oleh agama.
"Sejak pukul 8 pagi, mereka kembali menghacurkan dua bagian makam yang tersisa. Satu bagian makam telah dihancurkan beberapa bulan yang lalu ," ungkap Youssouf Toure seperti diberitakan Reuters, Senin (24/12/2012).
Toure mengatakan kelompok militan tersebut diangkut truk dan turun di dekat mesjid. Mereka kemudian menghancurkan semua bagian belakang makam dengan menggunakan kampak.
Makam kuno yang dikeramatkan ini masuk dalam situs warisan dunia yang ditetapkan PBB. Karena nilai sejarah yang dikandungnya, PBB pun menetapkan makam ini sebagai bangunan yang harus dilindungi. Namun, kelompok militan berpendapat, makam ini tak ubahnya berhala yang disembah. Karenanya, makam ini pun harus dihancurkan.
"Tidak ada makam lagi di wilayah Timbuktu, tuhan tidak suka itu," ungkap Abou Dardar, Pemimpin Kelompok militan Ansar Dine.
Serangan kali ini merupakan serangan ke lima sepanjang tahun 2012. Serangan yang dilancarkan dalam rangka menegakan hukum islam ini terjadi beberapa hari setelah PBB menyetujui intervensi militer di Mali.
Sebelumnya, Uni Eropa, Amerika Serikat dan sejumlah negara lain telah mengecam serangan sebelumnya pada makam-makam bersejarah di Mali. Negara ini memang memiliki sejumlah situs pemakaman kuno yang kerap dikunjungi para peziarah. Namun, militan Islam menganggap kuil seperti berhala dan dilarang oleh agama.
(esn)