Pemerintah Mali puji keputusan DK PBB
Jum'at, 21 Desember 2012 - 21:25 WIB
Pemerintah Mali puji keputusan DK PBB
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Mali memuji keputusan Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyetujui pengiriman pasukan keamanan yang dipimpin oleh Uni Afrika ke Mali. Pemerintah Mali menyatakan rasa terima kasih atas dukungan dunia internasional terhadap perang melawan terorisme di negara itu.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat internasional, konsensus telah dicapai pada situasi Mali," kata Penasehat Presiden sementara Mali, Dioncounda Traore. "Kita akan berperang melawan teroris dan terus bernegosiasi dengan saudara-saudara kita yang siap untuk berdialog," tambah Traore, seperti dikutip dari contacto-latino, Jumat (21/12/2012).
Dengan bantuan pasukan yang dikirim Uni Afrika, Pemerintah Mali ingin kembali merebut wilayah Utara negara itu dari tangan militan Islam. Satu hari sebelumnya, DK PBB memberi mandat pada pasukan Uni Afrika untuk menggunakan semua langkah yang diperlukan untuk membantu Pemerintah Mali menambil kembali wilayah yang telah direbut pemberontak pada Maret lalu.
Mandat yang diberikan DK PBB berlaku untuk satu tahun. Meski demikian, DK PBB menyatakan kekuatan militer hanya bisa digunakan bila upaya politik telah menemui jalan buntu. DK PBB juga mensyaratkan, bahwa rencana militer harus disempurnakan dan disetujui sebelum serangan dilakukan.
Kelompok militan Islam yang memiliki kaitan dengan al-Qaeda telah mengambil alih wilayah di sebelah utara Mali dan memberlakukan bentuk hukum syariah yang sangat ketat. Sebagai tanggapan atas aksi ini, negara-negara di Afrika Barat telah mengumpulkan 3.300 tentara yang siap diterjunkan ke Mali.
“Suara PBB ini menunjukkan kesediaan masyarakat internasional untuk tidak meninggalkan Mali sendirian. Sekarang kita harus segera menentukan prioritas, sehingga resolusi ini menjadi kenyataan dan Mali dapat memulihkan kedaulatan atas seluruh wilayahnya," ujar seorang politis Mali, Mustapha Cisse.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat internasional, konsensus telah dicapai pada situasi Mali," kata Penasehat Presiden sementara Mali, Dioncounda Traore. "Kita akan berperang melawan teroris dan terus bernegosiasi dengan saudara-saudara kita yang siap untuk berdialog," tambah Traore, seperti dikutip dari contacto-latino, Jumat (21/12/2012).
Dengan bantuan pasukan yang dikirim Uni Afrika, Pemerintah Mali ingin kembali merebut wilayah Utara negara itu dari tangan militan Islam. Satu hari sebelumnya, DK PBB memberi mandat pada pasukan Uni Afrika untuk menggunakan semua langkah yang diperlukan untuk membantu Pemerintah Mali menambil kembali wilayah yang telah direbut pemberontak pada Maret lalu.
Mandat yang diberikan DK PBB berlaku untuk satu tahun. Meski demikian, DK PBB menyatakan kekuatan militer hanya bisa digunakan bila upaya politik telah menemui jalan buntu. DK PBB juga mensyaratkan, bahwa rencana militer harus disempurnakan dan disetujui sebelum serangan dilakukan.
Kelompok militan Islam yang memiliki kaitan dengan al-Qaeda telah mengambil alih wilayah di sebelah utara Mali dan memberlakukan bentuk hukum syariah yang sangat ketat. Sebagai tanggapan atas aksi ini, negara-negara di Afrika Barat telah mengumpulkan 3.300 tentara yang siap diterjunkan ke Mali.
“Suara PBB ini menunjukkan kesediaan masyarakat internasional untuk tidak meninggalkan Mali sendirian. Sekarang kita harus segera menentukan prioritas, sehingga resolusi ini menjadi kenyataan dan Mali dapat memulihkan kedaulatan atas seluruh wilayahnya," ujar seorang politis Mali, Mustapha Cisse.
(esn)