China kirim kapal ke wilayah sengketa dengan Jepang
Jum'at, 21 Desember 2012 - 19:36 WIB
China kirim kapal ke wilayah sengketa dengan Jepang
A
A
A
Sindonews.com - China mengirimkan kapal ke wilayah perairan sekitar kepulauan yang disengketakan dengan Jepang, Jumat (21/12/2012). Ini adalah tindakan pertama China setelah terbentuknya pemerintahan Jepang yang baru.
Penjaga Pantai Jepang mengatakan, tiga kapal pengintai China bergerak masuk dalam jarak 12 mil laut ke wilayah kepulauan yang di Jepang dikenal sebagai Senkaku dan Diaoyus di China. “Saat malam tiba, kapal-kapal itu tetap di daerah tersebut,” sebut laporan Penjaga Pantai Jepang, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Sejak September, China telah 19 kali mengirimkan kapal ke wilayah sengketa ini. Pekan lalu, sebuah pesawat China masuk ke dalam wilayah udara Jepang. Ini adalah kali pertama sejak 1958. Jepang pun langsung menyiagakan sejumlah jet tempur untuk menghalau pesawat China itu.
Setelah terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang, akhir pekan lalu, Shinzo Abe menyatakan bahwa menjaga hubungan baik adalah tanggung jawab kedua negara.
"Jepang dan China perlu untuk berbagi pengakuan, bahwa memiliki hubungan yang baik adalah kepentingan nasional kedua negara," kata Abe. "China tidak memiliki pengakuan ini, dan saya ingin mereka berpikir lagi tentang hubungan strategis yang saling menguntungkan," lanjut Abe.
Penjaga Pantai Jepang mengatakan, tiga kapal pengintai China bergerak masuk dalam jarak 12 mil laut ke wilayah kepulauan yang di Jepang dikenal sebagai Senkaku dan Diaoyus di China. “Saat malam tiba, kapal-kapal itu tetap di daerah tersebut,” sebut laporan Penjaga Pantai Jepang, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Sejak September, China telah 19 kali mengirimkan kapal ke wilayah sengketa ini. Pekan lalu, sebuah pesawat China masuk ke dalam wilayah udara Jepang. Ini adalah kali pertama sejak 1958. Jepang pun langsung menyiagakan sejumlah jet tempur untuk menghalau pesawat China itu.
Setelah terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang, akhir pekan lalu, Shinzo Abe menyatakan bahwa menjaga hubungan baik adalah tanggung jawab kedua negara.
"Jepang dan China perlu untuk berbagi pengakuan, bahwa memiliki hubungan yang baik adalah kepentingan nasional kedua negara," kata Abe. "China tidak memiliki pengakuan ini, dan saya ingin mereka berpikir lagi tentang hubungan strategis yang saling menguntungkan," lanjut Abe.
(esn)