India hukum gantung teroris Pakistan
Rabu, 21 November 2012 - 19:21 WIB
India hukum gantung teroris Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah India menghukum gantung seorang teroris asal Pakistan, Mohammad Ajmal Kasab, Rabu (21/11/2012). Kasab digantung di penjara Pune, sebelah Tenggara Mumbai. Kasab adalah teroris terakhir yang masih hidup, di antara pelaku aksi teror di Mumbai, empat tahun lalu. Serangan di Mumbai itu sendiri menewaskan 166 orang.
"Semua petugas polisi dan personil yang kehilangan kehidupan mereka dalam pertempuran melawan para teroris, saat ini telah mendapatkan keadilan," kata Menteri Dalam Negeri India, Sushil Kumar Shinde.
Kasab dimakamkan di dalam penjara Pune. Namun, Pemerintah India mengaku akan menyerahkan jenazah Kasad ke Pakistan, jika Pemerintah Pakistan mengajukan permintaan.
Kasab memang jadi simbol dari serangan teroris berdarah itu. Dia adalah satu-satunaya teroris yang selamat dan masih hidup. Gambar dan foto Kasad mengenakan kaos hitam dan menenteng senapan serbu AK-47 saat ia berjalan di stasiun kereta api Mumbai ketika serangan terjadi, dipublikasikan ke seluruh dunia.
Hukuman gantung Kasab ini sengaja dilakukan secara diam-diam. India tak ingin menimbulkan konflik baru dengan negara tetangganya, Pakistan. Selama ini, hubungan India-Pakistan sudah diliputi ketegangan.
Seorang komandan senior Lashkar-e-Taiba, kelompok militan Pakistan yang dituding Pemerintah India berada dibalik serangan teror itu, menyebut Kasab sebagai pahlawan. Menurutnya, kematian Kasab akan menginspirasi lebih banyak serangan.
"Mati seperti Kasab adalah impian setiap pejuang tempur," katanya kepada kantor berita Reuters melalui komunikasi telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.
Taliban Pakistan mengatakan, mereka terkejut dengan hukuman gantung Kasab ini. "Ini adalah berita yang sangat mengejutkan dan kerugian besar. Seorang Muslim telah digantung di tanah India," kata juru bicara Taliban Pakistan, Ihsanullah Ihsan pada Reuters.
"Semua petugas polisi dan personil yang kehilangan kehidupan mereka dalam pertempuran melawan para teroris, saat ini telah mendapatkan keadilan," kata Menteri Dalam Negeri India, Sushil Kumar Shinde.
Kasab dimakamkan di dalam penjara Pune. Namun, Pemerintah India mengaku akan menyerahkan jenazah Kasad ke Pakistan, jika Pemerintah Pakistan mengajukan permintaan.
Kasab memang jadi simbol dari serangan teroris berdarah itu. Dia adalah satu-satunaya teroris yang selamat dan masih hidup. Gambar dan foto Kasad mengenakan kaos hitam dan menenteng senapan serbu AK-47 saat ia berjalan di stasiun kereta api Mumbai ketika serangan terjadi, dipublikasikan ke seluruh dunia.
Hukuman gantung Kasab ini sengaja dilakukan secara diam-diam. India tak ingin menimbulkan konflik baru dengan negara tetangganya, Pakistan. Selama ini, hubungan India-Pakistan sudah diliputi ketegangan.
Seorang komandan senior Lashkar-e-Taiba, kelompok militan Pakistan yang dituding Pemerintah India berada dibalik serangan teror itu, menyebut Kasab sebagai pahlawan. Menurutnya, kematian Kasab akan menginspirasi lebih banyak serangan.
"Mati seperti Kasab adalah impian setiap pejuang tempur," katanya kepada kantor berita Reuters melalui komunikasi telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.
Taliban Pakistan mengatakan, mereka terkejut dengan hukuman gantung Kasab ini. "Ini adalah berita yang sangat mengejutkan dan kerugian besar. Seorang Muslim telah digantung di tanah India," kata juru bicara Taliban Pakistan, Ihsanullah Ihsan pada Reuters.
(esn)