Staf lokal PBB di Sudan tewas ditembak
Rabu, 14 November 2012 - 18:32 WIB
Staf lokal PBB di Sudan tewas ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Seorang staf lokal PBB di wilayah Abyei, yang disengketakan oleh Pemerintah Sudan dan Sudan Selatan, dilaporkan tewas dalam insiden perselisihan suku di daerah tersebut. “Staf lokal yang berasal dari suku Dinka itu tewas ditembak,” kata Damian Rance, petugas informasi publik badan kemanusiaan PBB di Khartoum, seperti dikutip AFP, Rabu (14/11/2012).
Staf lokal itu meninggal akibat bentrokan antara pengunjuk rasa yang berasal dari suku Dinka dengan Pasukan Keamanan Sementara PBB di Abyei (UNISFA). Rance mengatakan, ketegangan meningkat pada awal pekan ini ketika Kepala Suku Misseriya datang ke pertemuan di kota Abyei dan bertemu dengan komandan UNISFA.
Hal ini menyebabkan ketegangan dengan anggota dari suku Dinka. "UNISFA memasang barikade keamanan dan kerumunan pun bubar," kata Rance. UNISFA berusaha keras agar aksi kekerasan tak meluas.
"UNISFA telah mendirikan pos pemeriksaan dan pemantauan pergerakan di Abyei. UNISFA juga bertemu dengan perwakilan suku Dinka dan Misseriya dalam upaya untuk meredakan ketegangan," kata Martin Nesirky, Juru Bicara Bicara Sekjen PBB.
Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengutuk serangkaian insiden yang terjadi di Abyei dalam kurun 48 jam terakhir. Ia juga mendesak masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog.
Dalam sebuah pernyataan, Ki-moon mengaku prihatin, bahwa lembaga gabungan, termasuk polisi untuk wilayah Abyei belum ditetapkan. Ia mendesak para pihak yang bersengketa bisa secepatnya mengatasi masalah ini.
Uni Afrika telah menetapkan batas waktu pada 5 Desember bagi Sudan dan Sudan Selatan untuk menyelesaikan sengketa di Abyei. Pasukan Pemerintah Sudan telah mundur dari daerah itu pada Mei lalu dan mengakhiri pendudukan selama setahun.
Staf lokal itu meninggal akibat bentrokan antara pengunjuk rasa yang berasal dari suku Dinka dengan Pasukan Keamanan Sementara PBB di Abyei (UNISFA). Rance mengatakan, ketegangan meningkat pada awal pekan ini ketika Kepala Suku Misseriya datang ke pertemuan di kota Abyei dan bertemu dengan komandan UNISFA.
Hal ini menyebabkan ketegangan dengan anggota dari suku Dinka. "UNISFA memasang barikade keamanan dan kerumunan pun bubar," kata Rance. UNISFA berusaha keras agar aksi kekerasan tak meluas.
"UNISFA telah mendirikan pos pemeriksaan dan pemantauan pergerakan di Abyei. UNISFA juga bertemu dengan perwakilan suku Dinka dan Misseriya dalam upaya untuk meredakan ketegangan," kata Martin Nesirky, Juru Bicara Bicara Sekjen PBB.
Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengutuk serangkaian insiden yang terjadi di Abyei dalam kurun 48 jam terakhir. Ia juga mendesak masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog.
Dalam sebuah pernyataan, Ki-moon mengaku prihatin, bahwa lembaga gabungan, termasuk polisi untuk wilayah Abyei belum ditetapkan. Ia mendesak para pihak yang bersengketa bisa secepatnya mengatasi masalah ini.
Uni Afrika telah menetapkan batas waktu pada 5 Desember bagi Sudan dan Sudan Selatan untuk menyelesaikan sengketa di Abyei. Pasukan Pemerintah Sudan telah mundur dari daerah itu pada Mei lalu dan mengakhiri pendudukan selama setahun.
(esn)