Gara-gara menatap cowok, Anusha disiram air keras
Senin, 05 November 2012 - 19:23 WIB
Gara-gara menatap cowok, Anusha disiram air keras
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Pakistan pekan lalu meringkus pasangan suami istri, Muhammad Zafar dan istrinya Zaheen. Keduanya dicurigai membunuh putri pertama mereka, Anusha (15), dengan cara menyiramkan air keras. Tindakan sadis terhadap Anusha dilakukan pasangan ini, lantara si anak dinilai telah melakukan aib dengan memandang laki-laki.
Polisi mengatakan, insiden mengerikan itu terjadi di sebuah desa terpencil di distrik Selatan Kotli, Khasmir. Anusha ditemukan tewas setelah menderita luka bakar 60 persen.
Zafar mengaku takut, aib akan kembali menimpa keluarganya dan ia tak mau menanggung malu.
"Ada seorang laki-laki datang dengan menggunakan sepeda motor dan Anusha menatapnya dua kali. Saya telah memperingatkan dia untuk tidak melakukan hal tersebut, karena itu adalah tindakan salah. Orang-orang mulai membicarakan putri tertua kami, karena Anusha melakukan hal yang sama,” ungkap Zafar seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (5/11/2012).
Sementara itu Zaheen, sang ibu, mengatakan, tewas dengan cara seperti itu adalah takdir bagi Anusha. "Saya tidak melakukan itu dengan sengaja. Saya tidak akan mengulangi hal tersebut," ungkap Zaheen.
Zafar mengakui, sebelum menyiram putrinya dengan air keras, ia sempat memukuli putrinya. Sementara sang istri membantunya menyiramkan cairan asam tersebut.
Polisi mengatakan, setelah menyiram Anusha, pasangan tersebut tak segera membawa Anusha ke rumah sakit. Mereka malah membiarkan putrinya hingga esok hari.
Pembunuhan yang dilakukan orang tua demi membela kehormatan bukan kali pertama terjadi di Pakistan. Badan pemantauan Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan melaporkan, tahun lalu tercatat 943 perempuan dilaporkan tewas karena pembunuhan yang dilakukan untuk membela kehormatan keluarga. Jumlah ini meningkat 100 orang dibanding tahun 2010.
Polisi mengatakan, insiden mengerikan itu terjadi di sebuah desa terpencil di distrik Selatan Kotli, Khasmir. Anusha ditemukan tewas setelah menderita luka bakar 60 persen.
Zafar mengaku takut, aib akan kembali menimpa keluarganya dan ia tak mau menanggung malu.
"Ada seorang laki-laki datang dengan menggunakan sepeda motor dan Anusha menatapnya dua kali. Saya telah memperingatkan dia untuk tidak melakukan hal tersebut, karena itu adalah tindakan salah. Orang-orang mulai membicarakan putri tertua kami, karena Anusha melakukan hal yang sama,” ungkap Zafar seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (5/11/2012).
Sementara itu Zaheen, sang ibu, mengatakan, tewas dengan cara seperti itu adalah takdir bagi Anusha. "Saya tidak melakukan itu dengan sengaja. Saya tidak akan mengulangi hal tersebut," ungkap Zaheen.
Zafar mengakui, sebelum menyiram putrinya dengan air keras, ia sempat memukuli putrinya. Sementara sang istri membantunya menyiramkan cairan asam tersebut.
Polisi mengatakan, setelah menyiram Anusha, pasangan tersebut tak segera membawa Anusha ke rumah sakit. Mereka malah membiarkan putrinya hingga esok hari.
Pembunuhan yang dilakukan orang tua demi membela kehormatan bukan kali pertama terjadi di Pakistan. Badan pemantauan Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan melaporkan, tahun lalu tercatat 943 perempuan dilaporkan tewas karena pembunuhan yang dilakukan untuk membela kehormatan keluarga. Jumlah ini meningkat 100 orang dibanding tahun 2010.
(esn)