Tiga tank Suriah masuk zona demiliterisasi Golan
Minggu, 04 November 2012 - 14:37 WIB
Tiga tank Suriah masuk zona demiliterisasi Golan
A
A
A
Sindonews.com - Juru bicara militer Israel mengatakan tiga tank Suriah telah memasuki zona demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan antara Israel dan Suriah pada Sabtu, (3/11/2012) pagi.
"Pasukan Pertahanan Israel telah mengajukan keberatan pada pasukan penjaga perdamaian PBB di daerah itu," ungkap juru bicara itu seperti dilansir the star, Minggu (4/11/2012).
Juru bicara tersebut menambahkan dia tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang apa yang dilakukan oleh tiga tank tersebut.
Sementara itu, media Israel memberitakan bahwa tiga tank tersebut sedang bertempur dengan pemberontak yang berusaha mengulingkan kekuasaan Presiden Suriah,Presiden Bashar al-Assad di desa Beer Ajam.
Seperti diketahui, Israel secara teknis memang berperang dengan Suriah. Israel bersikap sangat hati-hati menghadapi gelombang pemberontakan yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah.
Dataran tinggi Golan yang sangat strategis tersebut direbut oleh Israel dari Suriah pada 1967 lalu, saat itu kedua pihak sedang berperang. Isreal secara sepihak mengakui dataran tinggi Golan sebagai wilayah kedaultanya, meski tidak diakui secara internasional.
"Pasukan Pertahanan Israel telah mengajukan keberatan pada pasukan penjaga perdamaian PBB di daerah itu," ungkap juru bicara itu seperti dilansir the star, Minggu (4/11/2012).
Juru bicara tersebut menambahkan dia tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang apa yang dilakukan oleh tiga tank tersebut.
Sementara itu, media Israel memberitakan bahwa tiga tank tersebut sedang bertempur dengan pemberontak yang berusaha mengulingkan kekuasaan Presiden Suriah,Presiden Bashar al-Assad di desa Beer Ajam.
Seperti diketahui, Israel secara teknis memang berperang dengan Suriah. Israel bersikap sangat hati-hati menghadapi gelombang pemberontakan yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah.
Dataran tinggi Golan yang sangat strategis tersebut direbut oleh Israel dari Suriah pada 1967 lalu, saat itu kedua pihak sedang berperang. Isreal secara sepihak mengakui dataran tinggi Golan sebagai wilayah kedaultanya, meski tidak diakui secara internasional.
(esn)