2 anak tewas akibat serangan mortir SPLA
Selasa, 23 Oktober 2012 - 21:47 WIB
2 anak tewas akibat serangan mortir SPLA
A
A
A
Sindonews.com - Serangan mortir pemberontak Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) ke wilayah Kadogli, Ibu Kota Sudan Selatan menewaskan sedikitnya dua orang anak dan melukai depalan orang dewasa.
Juru bicara Militer Sudan Selatan, Al-Sawarmy Khalid Saad, mengatakan, beberapa mortir menghantam stasiun Sharan dan Al-Rusaires di kota Kadogli. Mortir tersebut nampaknya ditembakan dari jarak sekitar 12 km.
"Beberapa mortir yang jatuh di kota Kadogli menewaskan dua orang anak dan melukai sedikitnya delapan warga sipil," ungkap Saad, seperti di beritakan Xinhua, Selasa (23/10/2012).
Saad menambahkan, saat ini militer Sudan Selatan telah dikirim ke lokasi kejadian untuk menanggapi serangan ini.
Pasca ledakan, juru bicara SPLA, Arno Taloudy, membenarkan kalau SPLA telah melakukan serangan tesebut. Namun, serangan itu dilakukan sebagai sebuah tanggapan atas pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Sudan yang terus menargetkan wilayah pemberontak.
"Kami melakukan pembelaan atas tindakan provokasi yang dilakukan oleh tentara partai Nasional Kongres," ungkap Taloudy. "Sejak 18 Oktober 2012 lalu, tentara Sudan memborbadir posisi kami, dan tentara kami melakukan serangan balasan ke basis tentara Sudan dan sekitar kota Kadogli," lanjutnya.
Juru bicara Militer Sudan Selatan, Al-Sawarmy Khalid Saad, mengatakan, beberapa mortir menghantam stasiun Sharan dan Al-Rusaires di kota Kadogli. Mortir tersebut nampaknya ditembakan dari jarak sekitar 12 km.
"Beberapa mortir yang jatuh di kota Kadogli menewaskan dua orang anak dan melukai sedikitnya delapan warga sipil," ungkap Saad, seperti di beritakan Xinhua, Selasa (23/10/2012).
Saad menambahkan, saat ini militer Sudan Selatan telah dikirim ke lokasi kejadian untuk menanggapi serangan ini.
Pasca ledakan, juru bicara SPLA, Arno Taloudy, membenarkan kalau SPLA telah melakukan serangan tesebut. Namun, serangan itu dilakukan sebagai sebuah tanggapan atas pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Sudan yang terus menargetkan wilayah pemberontak.
"Kami melakukan pembelaan atas tindakan provokasi yang dilakukan oleh tentara partai Nasional Kongres," ungkap Taloudy. "Sejak 18 Oktober 2012 lalu, tentara Sudan memborbadir posisi kami, dan tentara kami melakukan serangan balasan ke basis tentara Sudan dan sekitar kota Kadogli," lanjutnya.
(esn)