Lima tentara Kolombia tewas diserang FARC
Minggu, 21 Oktober 2012 - 15:36 WIB
Lima tentara Kolombia tewas diserang FARC
A
A
A
Sindonews.com – Di tengah upaya perdamaian yang dilakukan Pemerintah Kolombia dengan perwakilan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) di Norwegia, sebuah insiden terjadi. Seperti dilaporkan The Star, Minggu (21/10/2012), lima tentara Kolombia tewas akibat serangan FARC.
“Ini adalah insiden besar pertama sejak digelarnya upaya pembicaraan damai di Norwegia,” sebut sebuah pernyataan militer Kolombia. Serangan yang terjadi pada Jumat (19/10/2012) malam itu terjadi di wilayah selatan Putumayo, dekat perbatasan dengan Ekuador. Selain lima tentara yang tewas, serangan bom yang dilancarkan FARC itu juga melukai 10 tentara lainnya.
"Hati kami bersama dengan keluarga tentara yang tewas dalam serangan keji yang menggunakan bahan peledak itu," kata Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos dalam akun Twitter-nya.
Pembicaraan perdamaian ini adalah upaya terbaru dalam sejarah panjang menyelesaikan pertikaian bersenjata antara Pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC. Sejak pemberontakan berkobar pada 1964, sudah puluhan ribu orang tewas. Sebelumnya, sudah banyak upaya pembicaraan damai yang dilakukan, namun selalu gagal.
Pemerintah Kolombia telah berulang kali menolak permintaan FARC, yang menginginkan adanya gencatan senjata bilateral selama perundingan. Namun, Pemerintah Kolombia menolak rencana gencatan senjata itu. Militer Kolombia tetap akan melakukan operasi penumpasan pemberontak, meski pembicaraan damai tengah berlangsung.
“Ini adalah insiden besar pertama sejak digelarnya upaya pembicaraan damai di Norwegia,” sebut sebuah pernyataan militer Kolombia. Serangan yang terjadi pada Jumat (19/10/2012) malam itu terjadi di wilayah selatan Putumayo, dekat perbatasan dengan Ekuador. Selain lima tentara yang tewas, serangan bom yang dilancarkan FARC itu juga melukai 10 tentara lainnya.
"Hati kami bersama dengan keluarga tentara yang tewas dalam serangan keji yang menggunakan bahan peledak itu," kata Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos dalam akun Twitter-nya.
Pembicaraan perdamaian ini adalah upaya terbaru dalam sejarah panjang menyelesaikan pertikaian bersenjata antara Pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC. Sejak pemberontakan berkobar pada 1964, sudah puluhan ribu orang tewas. Sebelumnya, sudah banyak upaya pembicaraan damai yang dilakukan, namun selalu gagal.
Pemerintah Kolombia telah berulang kali menolak permintaan FARC, yang menginginkan adanya gencatan senjata bilateral selama perundingan. Namun, Pemerintah Kolombia menolak rencana gencatan senjata itu. Militer Kolombia tetap akan melakukan operasi penumpasan pemberontak, meski pembicaraan damai tengah berlangsung.
(esn)