Yousafzai sudah bisa berdiri
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 20:41 WIB
Yousafzai sudah bisa berdiri
A
A
A
Sindonews.com – Malala Yousafzai, aktivis putri Pakistan yang ditembak oleh Taliban, sudah mulai pulih dan bisa berdiri, meski masih harus dipapah. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Jumat (19/10/2012), ini adalah kali pertama Yousafzai bisa menapakan kaki di tanah, sejak sebuah peluru mengenai bagian atas mata kirinya dan menyerempet bagian tepi otak Yousafzai.
Remaja berusia 14 tahun yang saat ini tengah di rawat di Queen Elizabeth Hospital, Birmingham, Inggris itu juga sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan tulisan pada sebuah kertas.
“Dia melakukannya dengan sangat baik. Bahkan, untuk pertama kalinya ia berdiri dengan beberapa bantuan ketika saya menemuinya pada pagi hari," ungkap Dr David Rosser, dokter yang menangani Yousafzai.
Menurut Rosser, Yousafzai ingin agar kabar pemulihannya bisa disebarluaskan. “Dia sangat ingin rincian tentang kondisinya disebarluaskan. Kondisi Yousafzai saat ini cukup baik,” lanjut Rosser. Yousafzai diterbangkan ke Inggris pada awal pekan ini.
Remaja putri yang sempat menyuarakan keprihatinan soal kondisi pendidikan bagi kaum wanita Pakistan di masa pendudukan Taliban itu ditembak saat pulang dari sekolahnya di Mingora, kawasan utama di Lembah Swat, Selasa (9/10/2012). Seorang juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, mengaku bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu.
Remaja berusia 14 tahun yang saat ini tengah di rawat di Queen Elizabeth Hospital, Birmingham, Inggris itu juga sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan tulisan pada sebuah kertas.
“Dia melakukannya dengan sangat baik. Bahkan, untuk pertama kalinya ia berdiri dengan beberapa bantuan ketika saya menemuinya pada pagi hari," ungkap Dr David Rosser, dokter yang menangani Yousafzai.
Menurut Rosser, Yousafzai ingin agar kabar pemulihannya bisa disebarluaskan. “Dia sangat ingin rincian tentang kondisinya disebarluaskan. Kondisi Yousafzai saat ini cukup baik,” lanjut Rosser. Yousafzai diterbangkan ke Inggris pada awal pekan ini.
Remaja putri yang sempat menyuarakan keprihatinan soal kondisi pendidikan bagi kaum wanita Pakistan di masa pendudukan Taliban itu ditembak saat pulang dari sekolahnya di Mingora, kawasan utama di Lembah Swat, Selasa (9/10/2012). Seorang juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, mengaku bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu.
(esn)