Sihanouk disemayamkan selama 3 bulan

Rabu, 17 Oktober 2012 - 18:09 WIB
Sihanouk disemayamkan...
Sihanouk disemayamkan selama 3 bulan
A A A
Sindonews.com - Masa berkabung atas kematian mantan Raja Kamboja, Norodom Sihanouk, telah dimulai sejak jenazah Sihanouk tiba di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja Rabu (17/10/2012) sore.

Seperti diberitakan Xinhua, Rabu (17/10/2012), jenazah Sihanouk diterbangkan dari Beijing, China, bersama istrinya, Norodom Monineath. Selain sang istri, turut juga dalam rombongan itu, putra Sihanouk yang saat ini menjadi Raja Kamboja, Norodom Sihamoni, serta Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dan Penasihat China, Dai Bingguo.

Wakil Presiden untuk Organisai Nasional dan Perayaan Festival Internasional, Chea Kean, mengatakan, setibanya di Kamboja, sedikitnya 90 biksu menyambut kedatangan jenazah Sihanouk di Bandara Internasional Phnom Penh. Mereka mengelar sebuah upacara adat singkat, sebelum jenazah disemayamkan di Istana Kerajaan.

Sementara itu, ratusan ribu warga Kamboja larut dalam suasana duka. Lebih dari 100 ribu warga Kamboja tumpah ruah di sepanjang jalan antara Bandara Internasional Phnom Penh dan istana kerajaan. Lautan manusia ini hadir untuk menghormati mendiang raja Kamboja yang berkuasa dari 1942 - 2004.

Pemerintah Kamboja akan menyelenggarakan prosesi pemakanan tradisional bagi mantan Raja Kamboja yang lahir pada 31 Oktober 1922 itu. Rencananya, jenazah Sihanouk akan disemayamkan di istana selama tiga bulan, sebelum dikremasi dan dikebumikan secara besar-besaran.

Sihanouk (90), mantan Raja Kamboja yang berkuasa selama 62 tahun, meninggal dunia pada Senin (15/10/2012), karena sebab alamiah di sebuah rumah sakit di Beijing, China.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Sihanouk terus memburuk. Ia dikabarkan mengidap sejumlah penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan kanker.

Pemerintah Kamboja telah mengumumkan 7 hari masa berkabung, pada 17-23 Oktober. Untuk menghormati Sihanouk, Pemerintah Kamboja memerintahkan rakyat Kamboja mengibarkan bendera setengah tiang dan melarang berbagai jenis hiburan.
(aww)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
3 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
4 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
6 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
7 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved