Pria bersenjata tembak Presiden Mauritania
Minggu, 14 Oktober 2012 - 13:23 WIB
Pria bersenjata tembak Presiden Mauritania
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mauritania, Mohamed Ould Abdel Aziz, ditembak oleh dua orang bersenjata yang mengendarai sepede motor, Sabtu (14/10/2012). Serangan terjadi saat iring-iringan Presiden hendak kembali ke kota Nouakchott. Presiden langsung dilarikan kerumah sakit militer Nouakchott.
Menteri Komunikasi Mauritania, Hamdi Ould Mahjoub, mengumumkan, bahwa Presiden Abdel Aziz tengah menjalani perawatan, karena mendapatkan sedikit luka tembak di bagian lengan.
"Insiden ini terjadi saat iring-iringan pasukan Presiden hendak kembali ke kota Nouakchott. Militer tidak menyadari ada yang membuntuti konvoi presiden," ungkap Mahjoub seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu (14/10/2012).
"Presiden dalam kondisi baik. Dia hanya menderita sedikit luka dan dia mampu berjalan tanpa kesulitan setibanya di rumah," terang Mahjoub. Saat ini, Presiden Abdel Aziz berada di bawah pengawasan ketat oleh pasukan pengawal presiden.
Seorang anggota parlemen opisisi Mauritania menuduh Abdul Aziz gagal memenuhi janji yang ia buat saat pemilu presiden 2009 lalu. Sebelum mejabat menjadi Presiden, Abdul Aziz sempat menjabat menjadi Ketua Dewan Tinggi Mauritania dan sempat melakukan kudeta militer pada Presiden Sidi Ould Cheikh Abdallahi di tahun 2008.
Oposisi menginginkan pemerintahan transisi mengambil alih kekuasaan, dari Abdel Aziz dan menemukan solusi atas krisis guna mengatasi masalah penganguran, perbudakan, dan pelanggaran hak asasi manusia di Mauritania.
Menteri Komunikasi Mauritania, Hamdi Ould Mahjoub, mengumumkan, bahwa Presiden Abdel Aziz tengah menjalani perawatan, karena mendapatkan sedikit luka tembak di bagian lengan.
"Insiden ini terjadi saat iring-iringan pasukan Presiden hendak kembali ke kota Nouakchott. Militer tidak menyadari ada yang membuntuti konvoi presiden," ungkap Mahjoub seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu (14/10/2012).
"Presiden dalam kondisi baik. Dia hanya menderita sedikit luka dan dia mampu berjalan tanpa kesulitan setibanya di rumah," terang Mahjoub. Saat ini, Presiden Abdel Aziz berada di bawah pengawasan ketat oleh pasukan pengawal presiden.
Seorang anggota parlemen opisisi Mauritania menuduh Abdul Aziz gagal memenuhi janji yang ia buat saat pemilu presiden 2009 lalu. Sebelum mejabat menjadi Presiden, Abdul Aziz sempat menjabat menjadi Ketua Dewan Tinggi Mauritania dan sempat melakukan kudeta militer pada Presiden Sidi Ould Cheikh Abdallahi di tahun 2008.
Oposisi menginginkan pemerintahan transisi mengambil alih kekuasaan, dari Abdel Aziz dan menemukan solusi atas krisis guna mengatasi masalah penganguran, perbudakan, dan pelanggaran hak asasi manusia di Mauritania.
(aww)