Kapal Jepang Penyebab Tumpahan Minyak Mauritania Lolos Cek Tahunan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:12 WIB
loading...
Kapal Jepang Penyebab...
Kapal MV Wakashio menabrak karang di Riviere des Creoles, Mauritania, 10 Agustus 2020. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Kapal Jepang yang menabrak terumbu karang di laut lepas Mauritania dan mengakibatkan kebocoran 1.000 ton minyak telah lolos pemeriksaan tahunan pada Maret tanpa masalah apapun.

Badan pemeriksaan kapal Jepang, ClassNK menjelaskan itu hari ini. Kapal MV Wakashio milik Nagashiki Shipping dan dioperasikan Mitsui OSK Lines Ltd itu menabrak karang pada 25 Juli. Kebocoran minyak akibat tabrakan itu memicu kekhawatiran terjadinya krisis ekologi di pulau Samudera Hindia itu.

Setelah mendeklarasikan status darurat, Perdana Menteri (PM) Mauritania menyatakan kapal itu sekarang sudah berhenti menumpahkan minyak tapi negara itu masih bersiap untuk skenario kasus terburuk.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyesaikan situasi ini secepatnya,” kata Mitsui OSK.

Perusahaan itu telah mengirim enam pegawai ke lokasi itu dan mempertimbangkan lebih banyak orang lagi untuk dikirim ke sana. Staf itu dites untuk virus corona sebelum dikirim ke Mauritania. (Baca Juga: Israel Tutup Perlintasan Gaza Usai Palestina Luncurkan Balon Pembakar)

Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah bergabung upaya internasional untuk membantu Mauritania mengatasi tumpahan minyak dengan menyediakan saran teknis dan mengkoordinasikan respon. (Baca Infografis: Menilik Kemampuan 3 Jet Tempur Eropa, Dua Masuk Radar Indonesia)

Berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lain juga memobilisir para pakar lingkungan dan tumpahan minyak. (Lihat Video: Gumpalan Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Hebohkan Warga Aceh)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved