Mauritania Nyatakan Dukungan Keputusan UEA Jalin Kerjasama dengan Israel
Senin, 17 Agustus 2020 - 00:50 WIB
loading...
Mauritania mengatakan, mereka mempercayai penilaian yang baik dari pemimpin UEA untuk kemudian menandatangani kesepakatan dengan Israel untuk menyetujui normalisasi hubungan. Foto/REUTERS
A
A
A
NOUAKCHOTT - Mauritania, salah satu anggota Liga Arab, mendukung keputusan Uni Emirat Arab (UEA) menjalin kerjasama dengan Israel . Mauritania mengatakan, mereka mempercayai penilaian yang baik dari pemimpin UEA untuk kemudian menandatangani kesepakatan dengan Israel untuk menyetujui normalisasi hubungan.
"UEA memiliki kedaulatan mutlak dan kemerdekaan penuh dalam melakukan hubungan dan menilai posisi yang diambilnya sesuai dengan kepentingan nasional dan kepentingan Arab dan Muslim," ucap Mauritania dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/8/2020). ( Baca juga: Palestina Serukan OKI dan Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat )
Dulu, Mauritania memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel. Tetapi, mereka memutuskan untuk membekukan hubungan tersebut pada 2009 sebagai tanggapan atas perang Gaza pada tahun 2008 hingga 2009.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash menyatakan, kesepakatan UEA dan Israel membuka jalur negosiasi untuk mencegah Israel mencaplok wilayah Palestina. Berdasarkan perjanjian tersebut, Israel setuju untuk mengesampingkan janjinya untuk mencaplok tanah Tepi Barat.
"Kami sangat prihatin dengan masalah aneksasi. Melalui proklamasi yang imajinatif ini, setidaknya kami telah mampu memberikan ruang negosiasi," tukasnya. ( Lihat foto: Gunung Sinabung Terus Semburkan Material Vulkanik )
"UEA memiliki kedaulatan mutlak dan kemerdekaan penuh dalam melakukan hubungan dan menilai posisi yang diambilnya sesuai dengan kepentingan nasional dan kepentingan Arab dan Muslim," ucap Mauritania dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/8/2020). ( Baca juga: Palestina Serukan OKI dan Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat )
Dulu, Mauritania memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel. Tetapi, mereka memutuskan untuk membekukan hubungan tersebut pada 2009 sebagai tanggapan atas perang Gaza pada tahun 2008 hingga 2009.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash menyatakan, kesepakatan UEA dan Israel membuka jalur negosiasi untuk mencegah Israel mencaplok wilayah Palestina. Berdasarkan perjanjian tersebut, Israel setuju untuk mengesampingkan janjinya untuk mencaplok tanah Tepi Barat.
"Kami sangat prihatin dengan masalah aneksasi. Melalui proklamasi yang imajinatif ini, setidaknya kami telah mampu memberikan ruang negosiasi," tukasnya. ( Lihat foto: Gunung Sinabung Terus Semburkan Material Vulkanik )
(esn)
Lihat Juga :