Hong Kong peringati tragedi kapal
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 10:29 WIB
Hong Kong peringati tragedi kapal
A
A
A
Sindonews.com - Hong Kong kemarin mengibarkan bendera setengah tiang dan mengheningkan cipta tiga menit untuk mengenang 38 korban tewas dalam tabrakan kapal. Sekolah-sekolah dan lembaga- lembaga pemerintah turut mengibarkan bendera setengah tiang dan menggelar upacara untuk mengenang semua korban.
Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun Ying memimpin upacara peringatan di kantor pemerintahan dekat pelabuhan. Tabrakan kapal itu merupakan kecelakaan terburuk di wilayah perairan Hong Kong dalam 40 tahun terakhir. Saat itu, feri melaju dengan kecepatan tinggi dan kemudian bertabrakan dengan kapal pesiar Lamma IV, yang membawa 120 penumpang dari perusahaan Hong Kong Electric dalam perjalanan untuk menyaksikan kembang api di Hari Nasional.
Lamma IV tenggelam dalam insiden itu, kemudian ditarik ke pelabuhan Hong Kong untuk penyelidikan. Beberapa saat setelah tabrakan, bagian belakang sebelah kiri Lamma IV mengalami retak dan terbuka sehingga melempar sejumlah penumpang ke laut.
Sementara buritan kapal dipenuhi air hanya beberapa menit setelah tabrakan, sehingga menjebak dan menenggelamkan penumpang di kabin. Penumpang yang berada di kedua kapal itu mengalami kepanikan dan kekacauan setelah tabrakan.Lalu sebagian kapal pesiar itu tenggelam, dan feri dipenuhi air melalui lubang yang menganga di haluannya.
Terkait upacara mengenang para korban yang digelar kemarin di Hong Kong, Perdana Menteri (PM) Inggris Davis Cameron mengirimkan ucapan belasungkawa kepada para korban setelah Konsulat Inggris menegaskan bahwa terdapat pembalap Inggris yang teridentifikasi sebagai korban tewas.
Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) Stephen Young juga menyampaikan duka terdalam untuk para korban tewas. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Catherine Ashton mengungkapkan belasungkawa dan mengatakan bahwa kecelakaan itu merupakan pukulan serius bagi kota yang lautan adalah jiwanya.
Sementara itu, otoritas Hong Kong menegaskan bahwa dalam penyelidikan enam bulan, peneliti berupaya menentukan mengapa kapal tenggelam begitu cepat, dan apa-kah ada peralatan keselamatan yang memadai di kapal tersebut, jika kapten kapal mengikuti standar keamanan laut.
Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun Ying memimpin upacara peringatan di kantor pemerintahan dekat pelabuhan. Tabrakan kapal itu merupakan kecelakaan terburuk di wilayah perairan Hong Kong dalam 40 tahun terakhir. Saat itu, feri melaju dengan kecepatan tinggi dan kemudian bertabrakan dengan kapal pesiar Lamma IV, yang membawa 120 penumpang dari perusahaan Hong Kong Electric dalam perjalanan untuk menyaksikan kembang api di Hari Nasional.
Lamma IV tenggelam dalam insiden itu, kemudian ditarik ke pelabuhan Hong Kong untuk penyelidikan. Beberapa saat setelah tabrakan, bagian belakang sebelah kiri Lamma IV mengalami retak dan terbuka sehingga melempar sejumlah penumpang ke laut.
Sementara buritan kapal dipenuhi air hanya beberapa menit setelah tabrakan, sehingga menjebak dan menenggelamkan penumpang di kabin. Penumpang yang berada di kedua kapal itu mengalami kepanikan dan kekacauan setelah tabrakan.Lalu sebagian kapal pesiar itu tenggelam, dan feri dipenuhi air melalui lubang yang menganga di haluannya.
Terkait upacara mengenang para korban yang digelar kemarin di Hong Kong, Perdana Menteri (PM) Inggris Davis Cameron mengirimkan ucapan belasungkawa kepada para korban setelah Konsulat Inggris menegaskan bahwa terdapat pembalap Inggris yang teridentifikasi sebagai korban tewas.
Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) Stephen Young juga menyampaikan duka terdalam untuk para korban tewas. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Catherine Ashton mengungkapkan belasungkawa dan mengatakan bahwa kecelakaan itu merupakan pukulan serius bagi kota yang lautan adalah jiwanya.
Sementara itu, otoritas Hong Kong menegaskan bahwa dalam penyelidikan enam bulan, peneliti berupaya menentukan mengapa kapal tenggelam begitu cepat, dan apa-kah ada peralatan keselamatan yang memadai di kapal tersebut, jika kapten kapal mengikuti standar keamanan laut.
(aww)