Korut hentikan konstruksi fasilitas peluncuran roket
Rabu, 26 September 2012 - 08:17 WIB
Korut hentikan konstruksi fasilitas peluncuran roket
A
A
A
Sindonews.com - Citra satelit terbaru menunjukkan Korea Utara (Korut) menghentikan aktivitas di fasilitas yang dapat digunakan untuk peluncuran rudal antarbenua. Laman 38 North yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menjelaskan hal itu kemarin.
38 Northmelaporkan foto satelit komersial pada 29 Agustus juga menunjukkan penghentian konstruksi di bagian pengisian bahan bakar dan gedung Oxidizer yang didesain untuk mendukung uji coba di masa depan di dekat landasan baru.
”Pelambatan aktivitas itu dapat memperpanjang penyelesaian pembangunan kompleks baru itu satu hingga dua tahun lagi,” papar laman 38 North,dikutip AFP. 38 North merupakan laman hasil kerja sama AS-Korea Institute di Johns Hopkins School of Advanced International Studies.
Situs itu menyatakan penyebab pasti penghentian konstruksi itu tidak jelas meskipun ada dugaan hujan lebat baru-baru ini yang menjadi penyebabnya. Landasan peluncuran baru sedang dibangun di Landasan Peluncuran Satelit Tonghae di wilayah timur laut negara itu.
Fasilitas baru itu dijadwalkan selesai 2015. Menurut laman itu,fasilitas baru itu akan dipergunakan untuk menguji coba roket-roket berbahan bakar cair yang memiliki ukuran lebih besar, kemungkinan memiliki kemampuan antarbenua.
Meskipun pembangunan fasilitas itu tertunda, Pyongyang bahkan masih dapat melakukan uji coba roket jarak jauh di fasilitas yang juga baru, Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di wilayah timur laut. Korut pernah meluncurkan roket yang gagal di fasilitas Sohae pada April lalu.
Pyongyang menyatakan saat itu pihaknya hendak menempatkan satelit di orbit. Namun,Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menuduh peluncuran roket itu melanggar larangan pengujian rudal.
DK PBB juga memperketat sanksi terhadap Korut. Sementara itu, meskipun pengerjaan landasan baru di Tonghae terhenti, citra satelit menunjukkan perbaikan tengah berlangsung di fasilitas peluncuran yang pernah digunakan untuk menguji roket jarak jauh pada 2006 dan 2009. 38 North memaparkan, foto-foto satelit menunjukkan lubang gas buang di fasilitas peluncuran yang biasanya tersembunyi dari pengamatan langsung.
”Diameter lubang gas buang itu mirip yang digunakan untuk fasilitas peluncuran di Sohae, dan itu menunjukkan fasilitas ini dimaksudkan untuk meluncurkan roket,” papar situs tersebut,dikutip AFP.
Situs ini juga menjelaskan bahwa proses konstruksi terus berlangsung di pusat kontrol peluncuran baru Tonghae. ”Ini satu-satunya lokasi di fasilitas itu yang diselesaikan dengan cepat,”kata situs itu.
38 Northmelaporkan foto satelit komersial pada 29 Agustus juga menunjukkan penghentian konstruksi di bagian pengisian bahan bakar dan gedung Oxidizer yang didesain untuk mendukung uji coba di masa depan di dekat landasan baru.
”Pelambatan aktivitas itu dapat memperpanjang penyelesaian pembangunan kompleks baru itu satu hingga dua tahun lagi,” papar laman 38 North,dikutip AFP. 38 North merupakan laman hasil kerja sama AS-Korea Institute di Johns Hopkins School of Advanced International Studies.
Situs itu menyatakan penyebab pasti penghentian konstruksi itu tidak jelas meskipun ada dugaan hujan lebat baru-baru ini yang menjadi penyebabnya. Landasan peluncuran baru sedang dibangun di Landasan Peluncuran Satelit Tonghae di wilayah timur laut negara itu.
Fasilitas baru itu dijadwalkan selesai 2015. Menurut laman itu,fasilitas baru itu akan dipergunakan untuk menguji coba roket-roket berbahan bakar cair yang memiliki ukuran lebih besar, kemungkinan memiliki kemampuan antarbenua.
Meskipun pembangunan fasilitas itu tertunda, Pyongyang bahkan masih dapat melakukan uji coba roket jarak jauh di fasilitas yang juga baru, Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di wilayah timur laut. Korut pernah meluncurkan roket yang gagal di fasilitas Sohae pada April lalu.
Pyongyang menyatakan saat itu pihaknya hendak menempatkan satelit di orbit. Namun,Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menuduh peluncuran roket itu melanggar larangan pengujian rudal.
DK PBB juga memperketat sanksi terhadap Korut. Sementara itu, meskipun pengerjaan landasan baru di Tonghae terhenti, citra satelit menunjukkan perbaikan tengah berlangsung di fasilitas peluncuran yang pernah digunakan untuk menguji roket jarak jauh pada 2006 dan 2009. 38 North memaparkan, foto-foto satelit menunjukkan lubang gas buang di fasilitas peluncuran yang biasanya tersembunyi dari pengamatan langsung.
”Diameter lubang gas buang itu mirip yang digunakan untuk fasilitas peluncuran di Sohae, dan itu menunjukkan fasilitas ini dimaksudkan untuk meluncurkan roket,” papar situs tersebut,dikutip AFP.
Situs ini juga menjelaskan bahwa proses konstruksi terus berlangsung di pusat kontrol peluncuran baru Tonghae. ”Ini satu-satunya lokasi di fasilitas itu yang diselesaikan dengan cepat,”kata situs itu.
(aww)