Denmark perketat donor sperma
Rabu, 26 September 2012 - 08:13 WIB
Denmark perketat donor sperma
A
A
A
Sindonews.com - Denmark kemarin memperkenalkan peraturan yang lebih ketat terhadap donor sperma. Pengetatan itu dilakukan setelah seorang donor diketahui telah menurunkan kondisi genetik langka terhadap sedikitnya 5 dari 43 bayi yang diperkirakan berasal dari spermanya.
Denmark memiliki kebijakan donor sperma yang menarik bagi wanita yang ingin memiliki anak melalui inseminasi buatan. Kelainan genetik neurofibromatosistipe 1 (NF1) menyebabkan tumor yang memengaruhi sistem syaraf, dan sperma yang mengandung kelainan itu diperkirakan telah digunakan di 10 negara. Kondisi itu juga disebut sebagai penyakit Von Recklinghausen.
Bank sperma telah dikritik karena gagal memindai kondisi itu. Bank sperma Copenhagen, Nordisk Cyrobank, menuturkan bahwa mereka tahu bahwa lima bayi telah lahir dengan NF1. Kepada Agence France- Presse (AFP), direktur klinik itu, Peter Bower, memaparkan pendonor sperma itu diketahui telah memberikan sperma kepada beberapa wanita sebelum Oktober 2008, di beberapa negara di dan luar Eropa.
Dewan Kesehatan Nasional Denmark menuturkan, karena kasus itu, mereka akan mulai membatasi penggunaan sperma dari pendonor tunggal terhadap 12 kehamilan, mulai 1 Oktober mendatang, dan segera menghentikan penggunaan sperma dari pendonor yang diduga telah menularkan kelainan genetik.
Denmark memiliki kebijakan donor sperma yang menarik bagi wanita yang ingin memiliki anak melalui inseminasi buatan. Kelainan genetik neurofibromatosistipe 1 (NF1) menyebabkan tumor yang memengaruhi sistem syaraf, dan sperma yang mengandung kelainan itu diperkirakan telah digunakan di 10 negara. Kondisi itu juga disebut sebagai penyakit Von Recklinghausen.
Bank sperma telah dikritik karena gagal memindai kondisi itu. Bank sperma Copenhagen, Nordisk Cyrobank, menuturkan bahwa mereka tahu bahwa lima bayi telah lahir dengan NF1. Kepada Agence France- Presse (AFP), direktur klinik itu, Peter Bower, memaparkan pendonor sperma itu diketahui telah memberikan sperma kepada beberapa wanita sebelum Oktober 2008, di beberapa negara di dan luar Eropa.
Dewan Kesehatan Nasional Denmark menuturkan, karena kasus itu, mereka akan mulai membatasi penggunaan sperma dari pendonor tunggal terhadap 12 kehamilan, mulai 1 Oktober mendatang, dan segera menghentikan penggunaan sperma dari pendonor yang diduga telah menularkan kelainan genetik.
(aww)