Dianggap Menggangu, Parpol di Denmark Minta Adzan Dilarang
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:37 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
KOPENHAGEN - Sejumlah partai politik di Denmark mendesak pemerintah negara itu melakukan penyelidikan untuk melarang panggilan untukberdoa atau adzan karena gangguan yang ditimbulkannya. Namun langkah itu tidak menyebutkan Islam karena kemungkinan akan menimbulkan masalah dengan konstitusi Denmark.
Partai terbesar kedua Denmark, Venstre, memimpin dorongan parlemen untuk melarang adzan melalui pengeras suara oleh masjid dengan alasan sangat mengganggu.
Partai Rakyat Denmark, Konservatif, dan Kanan Baru bergabung dengan Venstre dalam memberikan resolusi mengenai masalah ini kepada parlemen, demikian laporan kantor berita Denmark, DR. Bersama-sama, keempat partai ini menguasai 71 kursi di parlemen Denmark yang memiliki 179 kursi.
Anggota parlemen Venstre, Mads Fuglede mengatakan, langkah ini dipicu oleh gangguan yang disebabkan oleh adzan dan fakta bahwa mereka belum secara tradisional didengar di Denmark.
“Bagi Venstre, ini bukan tentang agama tunggal, meskipun saya menyadari bahwa panggilan doa sering dikaitkan dengan Islam. Panggilan doa bukanlah sesuatu sebuah tradisi yang kita punyai dalam masyarakat Denmark. Kami pikir itu akan sangat mengganggu di Denmark,” jelas Fuglede seperti dilansir dari Russia Today, Sabtu (27/6/2020).
Partai terbesar kedua Denmark, Venstre, memimpin dorongan parlemen untuk melarang adzan melalui pengeras suara oleh masjid dengan alasan sangat mengganggu.
Partai Rakyat Denmark, Konservatif, dan Kanan Baru bergabung dengan Venstre dalam memberikan resolusi mengenai masalah ini kepada parlemen, demikian laporan kantor berita Denmark, DR. Bersama-sama, keempat partai ini menguasai 71 kursi di parlemen Denmark yang memiliki 179 kursi.
Anggota parlemen Venstre, Mads Fuglede mengatakan, langkah ini dipicu oleh gangguan yang disebabkan oleh adzan dan fakta bahwa mereka belum secara tradisional didengar di Denmark.
“Bagi Venstre, ini bukan tentang agama tunggal, meskipun saya menyadari bahwa panggilan doa sering dikaitkan dengan Islam. Panggilan doa bukanlah sesuatu sebuah tradisi yang kita punyai dalam masyarakat Denmark. Kami pikir itu akan sangat mengganggu di Denmark,” jelas Fuglede seperti dilansir dari Russia Today, Sabtu (27/6/2020).
Lihat Juga :