132 napi kabur dari penjara di Meksiko
Rabu, 19 September 2012 - 09:48 WIB
132 napi kabur dari penjara di Meksiko
A
A
A
Sindonews.com - Aparat keamanan di perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko kemarin meningkatkan kewaspadaannya setelah sedikitnya 132 narapidana (napi) kabur dari sebuah penjara Meksiko di kawasan tersebut.
Kelompok itu berhasil kabur dengan cara melewati sebuah terowongan yang digali di bawah bengkel mebel. Pelarian itu memicu perburuan manusia besar-besaran. Polisi federal dan militer Meksiko diterjunkan di jalanan di dekat fasilitas lembaga pemasyarakatan di Piedras Negras, yang berbatasan dengan Eagle Pass, negara bagian Texas, AS.
Menurut Jaksa Agung negara bagian Coahuila, Meksiko, Homero Ramos Gloria, Patroli Perbatasan AS juga ikut serta dalam pencarian itu. Dia menuturkan, aksi pelarian itu terjadi sekitar pukul 14.15 waktu setempat pada Senin (02.15 WIB, kemarin).
AFP melaporkan, mereka kabur dengan melewati terowongan sepanjang 7 meter, lebar 1,2 meter dan kedalaman 2,9 meter di bawah bengkel mebel tua di penjara. Lubang keluar terowongan itu terletak di menara utara penjara.
Para napi kemudian memotong kawat berduri sebelum satu per satu napi itu kabur. Koran El Universe melaporkan, butuh waktu sekitar satu jam bagi penjaga untuk mengetahui aksi kabur massal itu. Kantor kejaksaan menuturkan, dari 132 napi yang kabur, 86 adalah napi yang dipenjara karena kejahatan federal dan 46 lainnya menghadapi dakwaan berbeda.
Pemerintah negara bagian menawarkan imbalan sebesar 200.000 peso (Rp148 juta) untuk informasi keberadaan tiap napi yang kabur.
Dari lokasi penjara, jaksa menemukan beberapa bukti berupa remahan smartphone BlackBerry, kepingan sebuah SIM card, sepasang sandal jepit, dua pasang lain sandal jepit, tiga tali yang masing-masing sepanjang 1,2 meter,kabel listrik, dan sebuah gembok yang rusak.
Kepala kemanan publik Coahuila Jorge Luis Moran menduga pejabat penjara yang korup kemungkinan membantu pelarian itu dan menambahkan bahwa otoritas AS telah diminta membantu para buronan itu jika mereka berusaha menyeberangi perbatasan.
Kantor jaksa agung kemarin menyatakan, direktur penjara, kepala keamanan dan penjaga sif telah diperiksa dan ditahan polisi terkait penyidikan terhadap pelarian massal itu. Otoritas di Coahuila menuturkan unit polisi khusus telah menewaskan empat tersangka dalam sebuah bentrokan di Castanos, empat jam setelah pelarian di Piedas Negras itu dilaporkan dan ada indikasi bahwa mereka yang tewas adalah napi yang kabur itu.
Kompleks Piedas Negras menampung total 734 napi dengan kapasitas 1.000 orang. Sejak 2010 sejumlah aksi kabur massal dari penjara telah terjadi di Meksiko. Yang terbesar hingga saat ini terjadi pada 17 Desember 2010,ketika 144 napi kabur dari penjara Nuevo Laredo di Tamaulipas.
Februari lalu sedikitnya 30 anggota kartel narkoba Zeta kabur dari penjara di Nuevo Leon saat terjadi bentrokan yang menyebabkan 44 napi dari kartel rival mereka, Gulf, tewas. Beberapa sipir penjara mengaku ikut serta dalam plot kabur itu.
Kelompok itu berhasil kabur dengan cara melewati sebuah terowongan yang digali di bawah bengkel mebel. Pelarian itu memicu perburuan manusia besar-besaran. Polisi federal dan militer Meksiko diterjunkan di jalanan di dekat fasilitas lembaga pemasyarakatan di Piedras Negras, yang berbatasan dengan Eagle Pass, negara bagian Texas, AS.
Menurut Jaksa Agung negara bagian Coahuila, Meksiko, Homero Ramos Gloria, Patroli Perbatasan AS juga ikut serta dalam pencarian itu. Dia menuturkan, aksi pelarian itu terjadi sekitar pukul 14.15 waktu setempat pada Senin (02.15 WIB, kemarin).
AFP melaporkan, mereka kabur dengan melewati terowongan sepanjang 7 meter, lebar 1,2 meter dan kedalaman 2,9 meter di bawah bengkel mebel tua di penjara. Lubang keluar terowongan itu terletak di menara utara penjara.
Para napi kemudian memotong kawat berduri sebelum satu per satu napi itu kabur. Koran El Universe melaporkan, butuh waktu sekitar satu jam bagi penjaga untuk mengetahui aksi kabur massal itu. Kantor kejaksaan menuturkan, dari 132 napi yang kabur, 86 adalah napi yang dipenjara karena kejahatan federal dan 46 lainnya menghadapi dakwaan berbeda.
Pemerintah negara bagian menawarkan imbalan sebesar 200.000 peso (Rp148 juta) untuk informasi keberadaan tiap napi yang kabur.
Dari lokasi penjara, jaksa menemukan beberapa bukti berupa remahan smartphone BlackBerry, kepingan sebuah SIM card, sepasang sandal jepit, dua pasang lain sandal jepit, tiga tali yang masing-masing sepanjang 1,2 meter,kabel listrik, dan sebuah gembok yang rusak.
Kepala kemanan publik Coahuila Jorge Luis Moran menduga pejabat penjara yang korup kemungkinan membantu pelarian itu dan menambahkan bahwa otoritas AS telah diminta membantu para buronan itu jika mereka berusaha menyeberangi perbatasan.
Kantor jaksa agung kemarin menyatakan, direktur penjara, kepala keamanan dan penjaga sif telah diperiksa dan ditahan polisi terkait penyidikan terhadap pelarian massal itu. Otoritas di Coahuila menuturkan unit polisi khusus telah menewaskan empat tersangka dalam sebuah bentrokan di Castanos, empat jam setelah pelarian di Piedas Negras itu dilaporkan dan ada indikasi bahwa mereka yang tewas adalah napi yang kabur itu.
Kompleks Piedas Negras menampung total 734 napi dengan kapasitas 1.000 orang. Sejak 2010 sejumlah aksi kabur massal dari penjara telah terjadi di Meksiko. Yang terbesar hingga saat ini terjadi pada 17 Desember 2010,ketika 144 napi kabur dari penjara Nuevo Laredo di Tamaulipas.
Februari lalu sedikitnya 30 anggota kartel narkoba Zeta kabur dari penjara di Nuevo Leon saat terjadi bentrokan yang menyebabkan 44 napi dari kartel rival mereka, Gulf, tewas. Beberapa sipir penjara mengaku ikut serta dalam plot kabur itu.
(aww)