Mesir pimpin Kuartet bahas krisis Suriah
Selasa, 11 September 2012 - 14:10 WIB
Mesir pimpin Kuartet bahas krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Anggota negara kuartet (Mesir, Turki, Iran dan Arab Saudi) mengadakan pertemuan di Kairo, Mesir Senin 10 September 2012 kemarin, untuk membicarakan masalah Suriah.
Pertemuan tersebut merupakan inisiatif Mesir untuk memulai pembicaraan agar mencapai kesepakatan penyelesaikan krisis yang terjadi di Suriah. Pertemuan yang dicetuskan Presiden Mesir Mohamed Morsi ini dipimpin oleh Asisten Menteri Luar Negeri Mesir, Shawki Ismail.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan Kairo akan mencari kesepakatan mengenai beberapa titik, termasuk menghentikan kekerasan, memastikan kesatuan teritorial Suriah, menolak setiap intervensi militer asing dan meluncurkan proses politik untuk mewujudkan aspirasi rakyat Suriah untuk kebebasan dan martabat.
Juru bicara Asisten Menteri Luar Negeri Mesir, Nazih el-Nagari mengatakan, dalam pertemuan tersebut keempat pihak membahas berbagai masalah utama di Suriah. Selain itu, mereka sepakat menolak intervensi militer dan berusaha menggalang persatuan di Suriah.
"Suriah perlu segera memulai suatu proses politik yang melibatkan semua komponen yang berbeda di Suriah untuk mencapai suatu aspirasi bagi demokrasi, kebebasan, persatuan dan sistem politik multi demokrasi," imbuh el-Nagari seperti diberitakan Xinhua, Selasa (11/9/2012).
Pertemuan tersebut merupakan inisiatif Mesir untuk memulai pembicaraan agar mencapai kesepakatan penyelesaikan krisis yang terjadi di Suriah. Pertemuan yang dicetuskan Presiden Mesir Mohamed Morsi ini dipimpin oleh Asisten Menteri Luar Negeri Mesir, Shawki Ismail.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan Kairo akan mencari kesepakatan mengenai beberapa titik, termasuk menghentikan kekerasan, memastikan kesatuan teritorial Suriah, menolak setiap intervensi militer asing dan meluncurkan proses politik untuk mewujudkan aspirasi rakyat Suriah untuk kebebasan dan martabat.
Juru bicara Asisten Menteri Luar Negeri Mesir, Nazih el-Nagari mengatakan, dalam pertemuan tersebut keempat pihak membahas berbagai masalah utama di Suriah. Selain itu, mereka sepakat menolak intervensi militer dan berusaha menggalang persatuan di Suriah.
"Suriah perlu segera memulai suatu proses politik yang melibatkan semua komponen yang berbeda di Suriah untuk mencapai suatu aspirasi bagi demokrasi, kebebasan, persatuan dan sistem politik multi demokrasi," imbuh el-Nagari seperti diberitakan Xinhua, Selasa (11/9/2012).
(aww)