Taliban ancam bunuh pangeran Harry

Selasa, 11 September 2012 - 09:16 WIB
Taliban ancam bunuh...
Taliban ancam bunuh pangeran Harry
A A A
Sindonews.com - Taliban kemarin mengancam membunuh Pangeran Harry dari Inggris, yang saat ini sedang menjalankan tugas kemiliteran sebagai pilot helikopter serang Apache di Afghanistan.

Dalam hubungan lewat telepon dengan kantor berita AFP, juru bicara milisi itu, Zabihullah Mujahid, memaparkan bahwa Taliban memiliki rencana bernilai tinggi untuk menyerang putra kedua Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles itu yang bertugas di Provinsi Helmand, salah satu medan perang tersulit dalam perang Afghanistan.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk membunuh Pangeran Harry dan tentara lain asal Inggris yang berbasis di Helmand,”papar Mujahid dari lokasi yang tidak disebutkan.

”Tidak penting bagi kami untuk menculiknya. Kami akan menarget dia dan membunuhnya. Siapa pun yang bertempur di negara ini adalah musuh kami, dan kami akan melakukan apa pun yang mungkin untuk membunuh dia.”

Cucu Ratu Elizabeth II itu akan bertugas selama empat bulan dan dia telah dikirim di Camp Bastion,Helmand,pekan lalu. Skuadron Harry akan melakukan pengintaian, pencegahan; dan ketika dibutuhkan, melakukan serangan,serta tugas mengawal pesawat lain.

”Kami akan menggunakan seluruh kekuatan kami untuk menyingkirkannya,” ujar Mujahid dalam telepon dengan Reuters mengenai operasi yang diberi nama Operasi Harry itu.
“Kami telah memberi tahu para komandan kami di Helmand agar melakukan apa pun sebisa mereka untuk menyingkirkan dia.” Dikenal sebagai Kapten Wales, Harry pertama kali bertugas di Afghanistan pada 2008 sebagai kontrol udara di darat.Namun, tugasnya ini kemudian dihentikan setelah penempatannya bocor ke media.

Sementara untuk tugas keduanya kali ini,Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) justru merilis foto dan video penempatan pria yang pada Sabtu (15/9) nanti akan genap berusia 28 tahun kepada media. Sebelumnya, MoD telah menegaskan ancaman terhadap nyawa Pangeran Harry di Afghanistan telah dan akan terus dicermati.
(aww)
Berita Terkait
Kelompok HAM Kritik...
Kelompok HAM Kritik Skema Pemerintah Inggris Tangani Pengungsi Afghanistan
Taliban Dilaporkan Tahan...
Taliban Dilaporkan Tahan Tiga Pria Inggris
Taliban Tangkap Seorang...
Taliban Tangkap Seorang Warga Inggris di Kabul
Taliban Tuntut Ganti...
Taliban Tuntut Ganti Rugi Perang Afghanistan kepada Inggris
64 Anak Jadi Korban...
64 Anak Jadi Korban Tewas Operasi Militer Inggris di Afghanistan
Penerjemah Afghanistan...
Penerjemah Afghanistan Minta Tolong Inggris: 'Taliban Akan Memenggal Saya'
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
3 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
5 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
5 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
7 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
8 jam yang lalu
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved