Gunung berapi Nikaragua meletus, 3.000 warga diungsikan
Minggu, 09 September 2012 - 16:28 WIB
Gunung berapi Nikaragua meletus, 3.000 warga diungsikan
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 3.000 penduduk lokal yang tinggal di sekitar gunung San Cristobal, Nikaragua diungsikan pasca tiga ledakan kuat akibat peningkatan akitivitas Gunung berapi San Cristobal, Nikaragua.
Gunung berapi San Cristobal, Nikaragua kembali menjukkan aktivitasnya dengan memuntahkan partikel abu dan gas setinggi setengah mil ke atas langit. Sementara itu, penduduk lokal setempat mengaku mendengar tiga ledakan kuat sebelum kepulan debu menghujani desa-desa yang berada di sekitar wilayah gunung.
"Ledakan ini berdampak pada sedikitnya 3.000 orang yang berasal dari 500 keluarga, jadi kami memutuskan melakukan evakuasi," ungkap Guillermo Gonzalez, Direktur Eksekutif Badan Bencana Pemerintah setempat.
Sementara itu, Direktur Lembaga Geologi Nikaragua, Javier Mejia mengatakan berdasarkan hasil seismograf atau alat pemantau gempa gunung berapi telah menunjukkan aktivitas yang kuat.
"Kami tidak mengesampingkan apapun, tapi tetap meminta berbagai pihak untuk tetap tenang," ungkap Mejia seperti diberitakan Association Press, Minggu, (9/9/2012).
Diperkirakan gunung tertinggi di Nikaragua ini akan terus menerus memuntahkan emisi gas dan abu secara sporadis. Mejia menambahkan gunung setinggi 5.740 kaki ini aktif sejak tahun 1520.
Pemerintah Nikaragua juga telah menerjunkan sedikitnya 300 tentara ke Chinandenga dan provinsi Leon untuk membantu proses evakuasi korban ledakan gunung berapi. Namun, ratusan warga telah meninggalkan mengungsi sebelum pihak berwenang tiba.
Pemerintah Nikaragua mulai meningkatkan kewaspadaan setalah terjadi 17 gempa minor di daerah sekitar Danau Managua beberapa hari pascagempa yang mengguncang Kosta Rika Kamis 6 September lalu.
Gunung berapi San Cristobal, Nikaragua kembali menjukkan aktivitasnya dengan memuntahkan partikel abu dan gas setinggi setengah mil ke atas langit. Sementara itu, penduduk lokal setempat mengaku mendengar tiga ledakan kuat sebelum kepulan debu menghujani desa-desa yang berada di sekitar wilayah gunung.
"Ledakan ini berdampak pada sedikitnya 3.000 orang yang berasal dari 500 keluarga, jadi kami memutuskan melakukan evakuasi," ungkap Guillermo Gonzalez, Direktur Eksekutif Badan Bencana Pemerintah setempat.
Sementara itu, Direktur Lembaga Geologi Nikaragua, Javier Mejia mengatakan berdasarkan hasil seismograf atau alat pemantau gempa gunung berapi telah menunjukkan aktivitas yang kuat.
"Kami tidak mengesampingkan apapun, tapi tetap meminta berbagai pihak untuk tetap tenang," ungkap Mejia seperti diberitakan Association Press, Minggu, (9/9/2012).
Diperkirakan gunung tertinggi di Nikaragua ini akan terus menerus memuntahkan emisi gas dan abu secara sporadis. Mejia menambahkan gunung setinggi 5.740 kaki ini aktif sejak tahun 1520.
Pemerintah Nikaragua juga telah menerjunkan sedikitnya 300 tentara ke Chinandenga dan provinsi Leon untuk membantu proses evakuasi korban ledakan gunung berapi. Namun, ratusan warga telah meninggalkan mengungsi sebelum pihak berwenang tiba.
Pemerintah Nikaragua mulai meningkatkan kewaspadaan setalah terjadi 17 gempa minor di daerah sekitar Danau Managua beberapa hari pascagempa yang mengguncang Kosta Rika Kamis 6 September lalu.
()