UE & AS didesak cabut sanksi Suriah
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 11:24 WIB
UE & AS didesak cabut sanksi Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Rusia meminta Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) segera mencabut semua sanksi sepihak mereka dikenakan dalam hal Suriah.
"Rusia menyerukan semua negara yang menjatuhkan sanksi menentang Suriah untuk segera mencabut sanksi sepihak," ungkap utusan Rusia untuk PBB Vitaly Churkin seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (31/8/2012).
Utusan Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan guna menanggapi perluasan eskalasi kekerasan di Timur Tengah, lewat dari tanggal 23 Juli lalu, UE telah menjatuhkan 17 set sanksi bagi Suriah. Termasuk, embargo senjata yang lebih keras.
Rusia mengatakan sanksi baru blokade Suriah, sebenarnya bertentangan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB dan Perjanjian Jenewa.
Churkin menegaskan, semua sanksi yang dijatuhkan tidak berarti apapun untuk menyelesaikan krisis Suriah, bahkan melewati kadar Dewan Keamanan PBB. Sanksi tersebut hanya mempersulit hidupan rakyat Suriah, membuat mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka sendiri.
Negara barat yakin tanggung jawab terbesar krisis Suriah berada di tangan pemerintah Suriah. Sedangkan kemunduran Presiden Suriah Bashar al-Assad, merupakan satu satunya jalan mengakhiri krisis tersebut.
Pemerintah Rusia sejauh ini terus berusaha menggagalkan upaya barat untuk menekan Assad dalam berbagai voting bersama negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Rusia meyakini, rakyat Suriah sendiri yang seharusnya memutuskan masa depan Assad.
"Rusia menyerukan semua negara yang menjatuhkan sanksi menentang Suriah untuk segera mencabut sanksi sepihak," ungkap utusan Rusia untuk PBB Vitaly Churkin seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (31/8/2012).
Utusan Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan guna menanggapi perluasan eskalasi kekerasan di Timur Tengah, lewat dari tanggal 23 Juli lalu, UE telah menjatuhkan 17 set sanksi bagi Suriah. Termasuk, embargo senjata yang lebih keras.
Rusia mengatakan sanksi baru blokade Suriah, sebenarnya bertentangan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB dan Perjanjian Jenewa.
Churkin menegaskan, semua sanksi yang dijatuhkan tidak berarti apapun untuk menyelesaikan krisis Suriah, bahkan melewati kadar Dewan Keamanan PBB. Sanksi tersebut hanya mempersulit hidupan rakyat Suriah, membuat mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka sendiri.
Negara barat yakin tanggung jawab terbesar krisis Suriah berada di tangan pemerintah Suriah. Sedangkan kemunduran Presiden Suriah Bashar al-Assad, merupakan satu satunya jalan mengakhiri krisis tersebut.
Pemerintah Rusia sejauh ini terus berusaha menggagalkan upaya barat untuk menekan Assad dalam berbagai voting bersama negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Rusia meyakini, rakyat Suriah sendiri yang seharusnya memutuskan masa depan Assad.
()