Mali butuh uluran tangan dunia
Kamis, 30 Agustus 2012 - 20:01 WIB
Mali butuh uluran tangan dunia
A
A
A
Sindonews.com - Dunia dianggap telah gagal mengendalikan situasi daruat yang terjadi di Mali. Sejauh ini, sedikitnya setengah juta penduduk Mali memutuskan mengungsi ke negara tetangga usai kudeta militer yang berujung pada perang saudara.
Kegagalan masyarakat dunia atas situasi di Mali dinyatakan Kepala Kemanusiaan PBB Valerie Amos. Seperti diberitakan Xinhua, Kamis (30/8/2012).
Di hari ketiga kunjungannya di Mali, Amos menyerukan kepada dunia internasional agar lebih banyak memberikan bantuan dana kepada Mali. Sejauh ini dana bantuan asing yang datang kepada Mali hanya mencapai setengah dari target yang dibutuhkan.
Kujungan Amos ke Mali bertujuan menilai sejauh mana dampak kudeta pemerintah Mali pada Maret lalu. Lima bulan sudah kelompok pemberontak Tuareg dan sejumlah kelompok Islam mengendalikan wilayah Mali bagian utara pasca kejatuhan Presiden Amadou Toumani Toure.
Upaya pemberian bantuan kepada korban di bagian utara terhambat oleh sejumlah pertempuran. Akibatnya, kondisi hidup penduduk lokal juga semakin menyedihkan, karena harga kebutuhan pangan yang terus merangkak, sementara penghasilan mereka sangat minim.
Akhir pekan lalu, sebuah pemerintahan persatuan baru dibentuk di Ibu Kota Bamako, mereka berjanji akan menyelesaikan instabilitas kondisi yang terjadi di Mali bagian utara.
Kegagalan masyarakat dunia atas situasi di Mali dinyatakan Kepala Kemanusiaan PBB Valerie Amos. Seperti diberitakan Xinhua, Kamis (30/8/2012).
Di hari ketiga kunjungannya di Mali, Amos menyerukan kepada dunia internasional agar lebih banyak memberikan bantuan dana kepada Mali. Sejauh ini dana bantuan asing yang datang kepada Mali hanya mencapai setengah dari target yang dibutuhkan.
Kujungan Amos ke Mali bertujuan menilai sejauh mana dampak kudeta pemerintah Mali pada Maret lalu. Lima bulan sudah kelompok pemberontak Tuareg dan sejumlah kelompok Islam mengendalikan wilayah Mali bagian utara pasca kejatuhan Presiden Amadou Toumani Toure.
Upaya pemberian bantuan kepada korban di bagian utara terhambat oleh sejumlah pertempuran. Akibatnya, kondisi hidup penduduk lokal juga semakin menyedihkan, karena harga kebutuhan pangan yang terus merangkak, sementara penghasilan mereka sangat minim.
Akhir pekan lalu, sebuah pemerintahan persatuan baru dibentuk di Ibu Kota Bamako, mereka berjanji akan menyelesaikan instabilitas kondisi yang terjadi di Mali bagian utara.
()