Lagi, 12 tewas dalam serangan drone AS
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 18:45 WIB
Lagi, 12 tewas dalam serangan drone AS
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya sepuluh orang dilaporkan tewas akibat serangan drone (pesawat tak berawak) miliki Amerika Serikat (AS) di Waziristan Utara, Pakistan.
Seperti dilansir Voice of Amerika, Jumat (24/8/2012), Petugas keamanan Paskistan melaporkan, tiga orang tewas seketika akibat serangan roket yang dilontarkan drone AS di wilayah Waziristan Utara.
Wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan ini diduga kuat merupakan markas militan Taliban dan juga kelompok militan lain yang terkait dengan al-Qaeda.
Sehari sebelumnya, pemerintah Pakistan telah memanggil seorang diplomat dari Kementerian Luar Negeri AS untuk memprotes serangan drone AS yang menelan 30 korban jiwa dua hari lalu.
Semenjak pemerintah dan rakyat Pakistan memrotes serangan drone AS ke Pakistan, jumlah korban tewas akibat operasi penyerangan drone yang dipimpin oleh badan intelejen AS (Central Intelegen Agency, CIA) semakin meningkat.
Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengutuk operasi pengunaan drone AS karena dinilai bertentangan dengan hukum internasional, karena bertentangan dengan kedaulatan suatu negara.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama terus memberikan lampu hijau bagi CIA untuk terus mengoperasikan drone.
Seperti dilansir Voice of Amerika, Jumat (24/8/2012), Petugas keamanan Paskistan melaporkan, tiga orang tewas seketika akibat serangan roket yang dilontarkan drone AS di wilayah Waziristan Utara.
Wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan ini diduga kuat merupakan markas militan Taliban dan juga kelompok militan lain yang terkait dengan al-Qaeda.
Sehari sebelumnya, pemerintah Pakistan telah memanggil seorang diplomat dari Kementerian Luar Negeri AS untuk memprotes serangan drone AS yang menelan 30 korban jiwa dua hari lalu.
Semenjak pemerintah dan rakyat Pakistan memrotes serangan drone AS ke Pakistan, jumlah korban tewas akibat operasi penyerangan drone yang dipimpin oleh badan intelejen AS (Central Intelegen Agency, CIA) semakin meningkat.
Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengutuk operasi pengunaan drone AS karena dinilai bertentangan dengan hukum internasional, karena bertentangan dengan kedaulatan suatu negara.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama terus memberikan lampu hijau bagi CIA untuk terus mengoperasikan drone.
()