Suriah puji konsistensi dukungan Rusia & China
Kamis, 16 Agustus 2012 - 15:03 WIB
Suriah puji konsistensi dukungan Rusia & China
A
A
A
Sindonews.com - Perwakilan khusus pemerintah Suriah sekaligus penasihat Presiden Suriah, Bouthaina Shaaban memuji sikap Rusia dan China yang dengan setia mendukung pemerintah Suriah dan menyikapi dengan bijak krisis yang terjadi di Suriah.
"Kami senang bertemu dengan negara seperti China dan Rusia, keduanya bukan negara penjajah dan juga tidak berurusan dengan negara penjajah. Berbeda jauh dengan sikap negara barat," ungkap Shaaban seperti diberitakan Reuters, Kamis (16/8/2012).
Shaaban tiba di Beijing pada Selasa 14 Agustus lalu. Dia berharap dalam kunjunganya ini, China bisa membantu Pemerintah Suriah mencari solusi terbaik menyelesaikan masalah yang terjadi di Suriah.
"Kunjungan khusus saya ke Beijing, China bertujuan memberikan gambaran nyata atas krisis yang terjadi di Suriah kepada pemimpin China," ungkap Shaaban.
Penasihat al-Bassar tersebut hari ini dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Yang Jiech. Dimana sebelumnya, media lokal People's Daily memberitakan Pemerintah China berharap pertemuan antara Yang Jiech dan Shabaan mampu menghidupkan kembali harapan ditengah stagnasi kondisi yang terjadi di Suriah.
China dan Rusia setia mendukung pemerintah Suriah menyelesaikan perang melawan kelompok teroris. Keduanya selalu memprotes resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang sengaja menekan pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Meskipun sejumlah media memberitakan situsasi internal di Suriah semakin memanas, sementara itu utusan perdamaian PBB dan Liga Arab, Kofi Annan telah mengundurkan diri. Tapi China berpendapat enam point perdamian yang diusulkan oleh Annan merupakan solusi yang paling layak bagi perang Suriah.
"Kami senang bertemu dengan negara seperti China dan Rusia, keduanya bukan negara penjajah dan juga tidak berurusan dengan negara penjajah. Berbeda jauh dengan sikap negara barat," ungkap Shaaban seperti diberitakan Reuters, Kamis (16/8/2012).
Shaaban tiba di Beijing pada Selasa 14 Agustus lalu. Dia berharap dalam kunjunganya ini, China bisa membantu Pemerintah Suriah mencari solusi terbaik menyelesaikan masalah yang terjadi di Suriah.
"Kunjungan khusus saya ke Beijing, China bertujuan memberikan gambaran nyata atas krisis yang terjadi di Suriah kepada pemimpin China," ungkap Shaaban.
Penasihat al-Bassar tersebut hari ini dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Yang Jiech. Dimana sebelumnya, media lokal People's Daily memberitakan Pemerintah China berharap pertemuan antara Yang Jiech dan Shabaan mampu menghidupkan kembali harapan ditengah stagnasi kondisi yang terjadi di Suriah.
China dan Rusia setia mendukung pemerintah Suriah menyelesaikan perang melawan kelompok teroris. Keduanya selalu memprotes resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang sengaja menekan pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Meskipun sejumlah media memberitakan situsasi internal di Suriah semakin memanas, sementara itu utusan perdamaian PBB dan Liga Arab, Kofi Annan telah mengundurkan diri. Tapi China berpendapat enam point perdamian yang diusulkan oleh Annan merupakan solusi yang paling layak bagi perang Suriah.
()