Konflik Suriah, AS-Turki bentuk kelompok kerja
Minggu, 12 Agustus 2012 - 16:35 WIB
Konflik Suriah, AS-Turki bentuk kelompok kerja
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan Turki untuk menyelesaikan konflik Suriah. Kedua negara ini akan membentuk kelompok kerja krisis.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton mengatakan, sebuah kelompok kerja akan dibentuk dengan Pemerintah Turki untuk menggalang batuan bersama guna mendamaikan Suriah. Pernyataan ini disampaikan saat Hillary berkunjung ke Ibu Kota Turki, Istanbul.
"Tujuan utama kami yaitu mempercepat berakhirnya pertumpahan darah. Pasukan militer internasional bertanggungjawab untuk menghentikan pertempuran di Suriah," ujar Menlu AS Hillary Clinton, seperti dikutip BBC, Minggu (12/8/2012).
Kelompok kerja krisis yang dibentuk Pemerintah AS dan Turki akan mendiskusikan solusi terbaik untuk mendukung oposisi dalam menghadapi kediktatoran Presiden Suriah Bashar al-Assad. Selain itu, bantuan kedua negara juga ditujukan bagi pengungsi Suriah yang jumlahnya sudah melebihi 50.000 di perbatasan Turki.
Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah warga sipil yang melarikan diri dari Suriah akibat kekerasan telah melonjak. Ribuan pengungsi membanjiri wilayah perbatasan negara itu, salah satunya Turki.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton mengatakan, sebuah kelompok kerja akan dibentuk dengan Pemerintah Turki untuk menggalang batuan bersama guna mendamaikan Suriah. Pernyataan ini disampaikan saat Hillary berkunjung ke Ibu Kota Turki, Istanbul.
"Tujuan utama kami yaitu mempercepat berakhirnya pertumpahan darah. Pasukan militer internasional bertanggungjawab untuk menghentikan pertempuran di Suriah," ujar Menlu AS Hillary Clinton, seperti dikutip BBC, Minggu (12/8/2012).
Kelompok kerja krisis yang dibentuk Pemerintah AS dan Turki akan mendiskusikan solusi terbaik untuk mendukung oposisi dalam menghadapi kediktatoran Presiden Suriah Bashar al-Assad. Selain itu, bantuan kedua negara juga ditujukan bagi pengungsi Suriah yang jumlahnya sudah melebihi 50.000 di perbatasan Turki.
Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah warga sipil yang melarikan diri dari Suriah akibat kekerasan telah melonjak. Ribuan pengungsi membanjiri wilayah perbatasan negara itu, salah satunya Turki.
()