Misteri kematian Yasser Arafat, laboratorium Swiss minta jaminan hukum
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 11:46 WIB
Misteri kematian Yasser Arafat, laboratorium Swiss minta jaminan hukum
A
A
A
Sindonews.com - Laboratorium Swiss bakal membantu menginvestigasi kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat. Namun, dengan jaminan hasil penelitiannya tidak digunakan untuk kepentingan politik.
Permintaan pihak Institut Radiofisika Swiss itu diungkapkan setelah bertemu dengan komite yang dibentuk untuk menyelidiki kematian Arafat.
Institut Swiss itu menemukan jejak isotop polonium pada baju milik Arafat. “Kami telah diundang Otoritas Nasional Palestina dan kita masih mengkaji cara-cara untuk merespons permintaan ini. Perhatian kami adalah jaminan independensi, kredibilitas, dan transparansi keterlibatan kami,” kata Darcy Christen, juru bicara Institut Radio Fisika Swiss, seperti dikutip Reuters.
Sementara, Tawfiq Tirawi, kepala komite penyidikan kematian Arafat, mengatakan Institut Swiss itu sedang mencari jaminan sebelum mengirimkan pakarnya ke Ramallah.
“Isi dari korespondensi itu mengenai kedatangan dan penyambutan kehadiran di Palestina secepatnya. Namun, mereka menginginkan dokumen legal dan prosedur hukumnya. Ke depan, tim Institut Swiss itu bakal mengautopsi jenazah Arafat di kompleks pemakaman presiden di Ramallah,” ujar Tirawi.
Arafat merupakan pemimpin yang mempersatukan Palestina selama beberapa dekade perang dan masa perdamaian dengan Israel. Setelah jatuh sakit.Arafat dilarikan ke Prancis pada 2004 dan akhirnya meninggal. Kematiannya menimbulkan rumor berkepanjangan.
Permintaan pihak Institut Radiofisika Swiss itu diungkapkan setelah bertemu dengan komite yang dibentuk untuk menyelidiki kematian Arafat.
Institut Swiss itu menemukan jejak isotop polonium pada baju milik Arafat. “Kami telah diundang Otoritas Nasional Palestina dan kita masih mengkaji cara-cara untuk merespons permintaan ini. Perhatian kami adalah jaminan independensi, kredibilitas, dan transparansi keterlibatan kami,” kata Darcy Christen, juru bicara Institut Radio Fisika Swiss, seperti dikutip Reuters.
Sementara, Tawfiq Tirawi, kepala komite penyidikan kematian Arafat, mengatakan Institut Swiss itu sedang mencari jaminan sebelum mengirimkan pakarnya ke Ramallah.
“Isi dari korespondensi itu mengenai kedatangan dan penyambutan kehadiran di Palestina secepatnya. Namun, mereka menginginkan dokumen legal dan prosedur hukumnya. Ke depan, tim Institut Swiss itu bakal mengautopsi jenazah Arafat di kompleks pemakaman presiden di Ramallah,” ujar Tirawi.
Arafat merupakan pemimpin yang mempersatukan Palestina selama beberapa dekade perang dan masa perdamaian dengan Israel. Setelah jatuh sakit.Arafat dilarikan ke Prancis pada 2004 dan akhirnya meninggal. Kematiannya menimbulkan rumor berkepanjangan.
()