Assad tunjuk Menteri Kesehatan Wael al-Halki sebagai PM
Kamis, 09 Agustus 2012 - 20:00 WIB
Assad tunjuk Menteri Kesehatan Wael al-Halki sebagai PM
A
A
A
Sindonews.com - Setelah pembelotan Perdana Menteri Riad Farid Hijab, Presiden Suriah Bashar al-Assad menunjuk Menteri Kesehatan Wael al-Halki. Dia menggantikan posisi PM yang sementara ini kosong.
"Presiden telah menandatangani Keputusan 298 dan menunjuk Wael al-Halqi sebagai perdana menteri baru," seperti dilaporkan televisi Pemerintah Suriah, Kamis (9/8/2012).
Sebagaimana Hijab, Halki berasal dari kaum Muslim Sunni, sebuah kelompok mayoritas di Suriah. Sunni telah menjadi kekuatan pendorong pemberontakan untuk membentuk negara demokratis.
Seperti dikutip Aljazeera, Halki menggantikan juru kunci utama Omar Ghalawanji yang diangkat setelah Hijab membelot dan melarikan diri ke Yordania.
Halki (48) lulus dari Fakultas Kedokteran di Universitas Damaskus pada 1987. Halki lahir di Provinsi Deraa bagian selatan, di mana pemberontakan terhadap Presiden Assad pertama kali meletus 17 bulan lalu.
Sementara Kementerian Informasi Suriah menyampaikan, rapat kabinet digelar untuk menunjukkan rezim Assad tetap berfungsi. Siapapun yang membelot akan digantikan oleh pejabat baru.
Pernyataan ini sekaligus menanggapi komentar Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat (AS) yang mengklaim pembelotan Hijab sebenarnya menunjukkan rezim Assad mulai runtuh secara perlahan.
"Jika Presiden Suriah tidak bisa menjaga keutuhan di lingkaran dalam, berarti dia tidak mampu memimpin rakyatnya. Momentum ini merupakan kesempatan bagi oposisi untuk mengendalikan Suriah," kata Juru bicara AS Jay Carney.
"Presiden telah menandatangani Keputusan 298 dan menunjuk Wael al-Halqi sebagai perdana menteri baru," seperti dilaporkan televisi Pemerintah Suriah, Kamis (9/8/2012).
Sebagaimana Hijab, Halki berasal dari kaum Muslim Sunni, sebuah kelompok mayoritas di Suriah. Sunni telah menjadi kekuatan pendorong pemberontakan untuk membentuk negara demokratis.
Seperti dikutip Aljazeera, Halki menggantikan juru kunci utama Omar Ghalawanji yang diangkat setelah Hijab membelot dan melarikan diri ke Yordania.
Halki (48) lulus dari Fakultas Kedokteran di Universitas Damaskus pada 1987. Halki lahir di Provinsi Deraa bagian selatan, di mana pemberontakan terhadap Presiden Assad pertama kali meletus 17 bulan lalu.
Sementara Kementerian Informasi Suriah menyampaikan, rapat kabinet digelar untuk menunjukkan rezim Assad tetap berfungsi. Siapapun yang membelot akan digantikan oleh pejabat baru.
Pernyataan ini sekaligus menanggapi komentar Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat (AS) yang mengklaim pembelotan Hijab sebenarnya menunjukkan rezim Assad mulai runtuh secara perlahan.
"Jika Presiden Suriah tidak bisa menjaga keutuhan di lingkaran dalam, berarti dia tidak mampu memimpin rakyatnya. Momentum ini merupakan kesempatan bagi oposisi untuk mengendalikan Suriah," kata Juru bicara AS Jay Carney.
()