Yunani tangkap 6.000 imigran
Rabu, 08 Agustus 2012 - 15:28 WIB
Yunani tangkap 6.000 imigran
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Yunani menangkap 6.000 imigran dari berbagai negara yang menuju negara di Uni Eropa lainnya. Sekitar 1.400 imigran dilaporkan masuk ke Yunani tanpa paspor. Razia kali ini dilakukan saat krisis ekonomi masih melilit Yunani.
Menteri Ketertiban Umum Yunani, Nikos Dendias memperjuangkan proses penahanan masal ini. Dia bersikeras menahan imigran gelap yang masuk ke Yunani ketika negara ini bertahan hidup dengan mengandalkan pinjaman luar negeri.
"Imigran gelap merupakan masalah yang lebih besar dibanding krisis utang Yunani," ungkap Dendias, seperti disiarkan televisi Skai, Rabu (8/8/2012).
Selain itu, Dendias berjanji akan mundur dari jabatanya jika gagal mengatasi masalah imigran di Yunani. Menteri Ketertiban Umum ini menilai keberadaannya tidak berarti bila imigran gelap masih merajalela di Yunani.
Pernyataan Dendias tersebut menjadi peringatan bagi oposisi Yunani. Sebanyak 4.500 petugas kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan razia di jalan jalan dan gang gang sempit.
"Struktur sosial masyarakat Yunani telah terpecah," imbuh Dendias.
Saat ini, jumlah imigran di Yunani tercatat mencapai 800 ribu orang, sekitar 350 ribu orang diperkirakan tidak memiliki dokumen resmi.
Sementara itu, sebanyak 80 orang warga Pakistan telah dideportasi ke tanah air mereka pada Minggu 5 Agustus lalu. Dalam beberapa hari mendatang, Pemerintah Yunani diperkirakan terus mendeportasi imigran gelap di Yunani.
Pekan lalu, Pemerintah Yunani memutuskan untuk memperkuat perbatasan darat, dimana ratusan militer telah ditempatkan dekat wilayah Turki. Perbatasan ini merupakan salah satu jalur populer masuknya imigran gelap dari Afrika dan Asia.
Tingginya pertumbuhan imigran gelap di Yunani disebabkan letak strategis Yunani yang berada di pinggiran wilayah keanggotaan Uni Eropa. Karena itu, Yunani menjadi lokasi transit bagi imgiran miskin asal Afrika, Asia timur dan tengah.
Kini warga telah Yunani mengeluhkan banyaknya jumlah imigran yang meningkatkan belanja negara. Padahal penduduk lokal sudah kesulitan mendapatkan pekerjaan dalam masa sulit ini.
Selain itu, kondisi tersebut juga dimanfaatkan kelompok oposisi Golden Dawn. Partai ini gencar menyerukan deportasi bagi imgran gelap dan menuduh PM Samaras gagal menekan pertumbuhan imgran ilegal di Yunani.
Menteri Ketertiban Umum Yunani, Nikos Dendias memperjuangkan proses penahanan masal ini. Dia bersikeras menahan imigran gelap yang masuk ke Yunani ketika negara ini bertahan hidup dengan mengandalkan pinjaman luar negeri.
"Imigran gelap merupakan masalah yang lebih besar dibanding krisis utang Yunani," ungkap Dendias, seperti disiarkan televisi Skai, Rabu (8/8/2012).
Selain itu, Dendias berjanji akan mundur dari jabatanya jika gagal mengatasi masalah imigran di Yunani. Menteri Ketertiban Umum ini menilai keberadaannya tidak berarti bila imigran gelap masih merajalela di Yunani.
Pernyataan Dendias tersebut menjadi peringatan bagi oposisi Yunani. Sebanyak 4.500 petugas kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan razia di jalan jalan dan gang gang sempit.
"Struktur sosial masyarakat Yunani telah terpecah," imbuh Dendias.
Saat ini, jumlah imigran di Yunani tercatat mencapai 800 ribu orang, sekitar 350 ribu orang diperkirakan tidak memiliki dokumen resmi.
Sementara itu, sebanyak 80 orang warga Pakistan telah dideportasi ke tanah air mereka pada Minggu 5 Agustus lalu. Dalam beberapa hari mendatang, Pemerintah Yunani diperkirakan terus mendeportasi imigran gelap di Yunani.
Pekan lalu, Pemerintah Yunani memutuskan untuk memperkuat perbatasan darat, dimana ratusan militer telah ditempatkan dekat wilayah Turki. Perbatasan ini merupakan salah satu jalur populer masuknya imigran gelap dari Afrika dan Asia.
Tingginya pertumbuhan imigran gelap di Yunani disebabkan letak strategis Yunani yang berada di pinggiran wilayah keanggotaan Uni Eropa. Karena itu, Yunani menjadi lokasi transit bagi imgiran miskin asal Afrika, Asia timur dan tengah.
Kini warga telah Yunani mengeluhkan banyaknya jumlah imigran yang meningkatkan belanja negara. Padahal penduduk lokal sudah kesulitan mendapatkan pekerjaan dalam masa sulit ini.
Selain itu, kondisi tersebut juga dimanfaatkan kelompok oposisi Golden Dawn. Partai ini gencar menyerukan deportasi bagi imgran gelap dan menuduh PM Samaras gagal menekan pertumbuhan imgran ilegal di Yunani.
()