Bangladesh kirim pulang 10 Rohingya ke Myanmar
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 13:28 WIB
Bangladesh kirim pulang 10 Rohingya ke Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) mengirim kembali 10 pengungsi Rohingya ke Myanmar dari Teknaf di Cox Bazar, Bangladesh. Dalam dua kali perjalanan, BGB memulangkan tiga laki-laki pukul 2 siang, kemudian satu laki-laki, tiga perempuan, dan tiga anak-anak pukul 6 sore ke Myanmar.
“Kami mengirim pulang 10 pengungsi Rohingya ke Myanmar,” ujar Komandan Letnan Kolonel Zahid Hasan dari BGB 42 batalyon di Teknaf, seperti diberitakan The Daily Star, Sabtu (4/8/2012).
Selama beberapa hari, 10 pengungsi Rohingya ditahan BGB di Teknaf, Cox Bazar. Mereka dianggap memasuki wilayah Bangladesh secara ilegal.
Sebuah tim patroli BGB menemukan tujuh pengungsi Rohingya, satu laki-laki, tiga perempuan, dan tiga anak-anak dari Pulau Shah Pori jam 5 pagi hari Kamis 2 Agustus lalu. Sebelumnya, pada pukul 1 pagi, BGB juga menangkap tiga pengungsi laki-laki di Naikkhong.
Zahid menambahkan, pasukan BGB telah mengirim kembali 1.279 pengungsi Rohingya sejak kekerasan sektarian pecah di Rakhine, Myanmar pada 11 Juni lalu.
Selama ini etnis Rohingya meninggalkan Myanmar dan memasuki wilayah Bangladesh sebelum Ramadan. Mereka mengungsi secara rutin setiap tahun untuk mendapatkan uang sedekah.
“Kami mengirim pulang 10 pengungsi Rohingya ke Myanmar,” ujar Komandan Letnan Kolonel Zahid Hasan dari BGB 42 batalyon di Teknaf, seperti diberitakan The Daily Star, Sabtu (4/8/2012).
Selama beberapa hari, 10 pengungsi Rohingya ditahan BGB di Teknaf, Cox Bazar. Mereka dianggap memasuki wilayah Bangladesh secara ilegal.
Sebuah tim patroli BGB menemukan tujuh pengungsi Rohingya, satu laki-laki, tiga perempuan, dan tiga anak-anak dari Pulau Shah Pori jam 5 pagi hari Kamis 2 Agustus lalu. Sebelumnya, pada pukul 1 pagi, BGB juga menangkap tiga pengungsi laki-laki di Naikkhong.
Zahid menambahkan, pasukan BGB telah mengirim kembali 1.279 pengungsi Rohingya sejak kekerasan sektarian pecah di Rakhine, Myanmar pada 11 Juni lalu.
Selama ini etnis Rohingya meninggalkan Myanmar dan memasuki wilayah Bangladesh sebelum Ramadan. Mereka mengungsi secara rutin setiap tahun untuk mendapatkan uang sedekah.
()