Topan Saola tewaskan 23 orang di Filipina
Kamis, 02 Agustus 2012 - 15:41 WIB
Topan Saola tewaskan 23 orang di Filipina
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini, hempasan Topan Saola dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 23 orang di Filipina. Jumlah itu menambah deretan korban sebelumnya, empat orang telah tewas di Taiwan dan korban terluka yang diperkirakan terus meningkat.
Selain itu, Topan Saola juga memaksa 180.000 penduduk Filipina meninggalkan rumah mereka di ibu kota Manila. Para pengungsi berasal dari 27 provinsi di bagian tengah dan utara Filipina.
“Sebanyak 125 penduduk diselamatkan dari terjangan air laut yang meluap dan banjir di Filipina,” ujar Kepala Bencana Nasional Filipina, Benito Ramos, seperti dikutip Boston.com, Kamis (2/8/2012).
Topan Saola melanda Hualien, Taiwan tepat sebelum fajar, lalu membelok ke utara menuju arah pantai. Topan ini melaju dengan kecepatan angin 118 kilometer per jam dan hembusan 155 kilometer per jam. Kecepatan paling lambat Topan Saola hanya 12 kilometer per jam.
Badai ini diiringi hujan hebat yang membanjiri Taiwan utara selama dua hari sejak Selasa 31 Juli. Bencana banjir itu berpotensi menenggelamkan wilayah Taiwan hingga pekan depan.
Pemerintah Taiwan mengantisipasi terjadinya becana lebih besar dengan menutup semua jalan dan bangunan. Pihak berwenang juga telah memerintahkan beberapa kantor dan tempat bisnis agar ditutup, terutama di seluruh bagian utara Taiwan, termasuk Taipei.
Sementara itu, petugas pembersihan jalanan bekerja keras menebang ranting akibat ratusan pohon yang rubuh.
Selain itu, Topan Saola juga memaksa 180.000 penduduk Filipina meninggalkan rumah mereka di ibu kota Manila. Para pengungsi berasal dari 27 provinsi di bagian tengah dan utara Filipina.
“Sebanyak 125 penduduk diselamatkan dari terjangan air laut yang meluap dan banjir di Filipina,” ujar Kepala Bencana Nasional Filipina, Benito Ramos, seperti dikutip Boston.com, Kamis (2/8/2012).
Topan Saola melanda Hualien, Taiwan tepat sebelum fajar, lalu membelok ke utara menuju arah pantai. Topan ini melaju dengan kecepatan angin 118 kilometer per jam dan hembusan 155 kilometer per jam. Kecepatan paling lambat Topan Saola hanya 12 kilometer per jam.
Badai ini diiringi hujan hebat yang membanjiri Taiwan utara selama dua hari sejak Selasa 31 Juli. Bencana banjir itu berpotensi menenggelamkan wilayah Taiwan hingga pekan depan.
Pemerintah Taiwan mengantisipasi terjadinya becana lebih besar dengan menutup semua jalan dan bangunan. Pihak berwenang juga telah memerintahkan beberapa kantor dan tempat bisnis agar ditutup, terutama di seluruh bagian utara Taiwan, termasuk Taipei.
Sementara itu, petugas pembersihan jalanan bekerja keras menebang ranting akibat ratusan pohon yang rubuh.
()