Al Qaeda masih ancaman utama AS
Rabu, 01 Agustus 2012 - 12:26 WIB
Al Qaeda masih ancaman utama AS
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memperingatkan kelompok terorisme Al Qaeda masih menjadi kelompok yang sangat berbahaya, meski sedang mengalami penurunan kekuatan sejak kehilangan banyak pemimpin jajaran atas.
Seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu (1/8/2012), dalam Laporan Terorisme AS pada 2011 lalu, Al Qaeda kini lebih gencar meningkatkan kerja sama di daerah yang lemah. Iran disebut sekutu terbaik Al Qaeda.
Al Qaeda menyebut Iran, "Sponsor terkemuka kegiatan teroris di dunia, penyediakan dana, dan dukungan bagi kelompok-kelompok teroris dan militan di seluruh Timur Tengah."
AS menilai, baik Iran maupun Al Qaeda keduanya saling membantu memicu kerusuhan dengan menyebarkan ideologi kekerasan ekstremis dan retorika di beberapa wilayah dunia yang paling bergolak.
Kini bermunculan kelompok-kelompok baru yang telah berafiliasi dengan Al Qaeda di seluruh dunia.
Keberadaan Al Qaeda di Semenanjung Arab menjadi ancama sangat serius. Kelompok ini, berhasil menguasai wilayah Yaman bagian selatan dan terus menciptakan kerusuhan di Yaman. Mereka juga gencar mendorong persengkokolan melawan regional dan kepentingan pihak barat.
Sementara di Afrika Utara mereka memiliki cabang yang dikenal dengan nama Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM). Selain itu, ada juga kelompok militan Boko Haram di Nigeria, yang diberitakan memiliki dengan hubungan Al-Qaeda di sekitar Semenanjung Sinai Mesir.
Di Irak, kelompok ini mulai berafilisasi setelah AS menarik mundur pasukannya. Afiliasi Al Qaeda di Irak dinilai sebagai cabang yang paling giat memperluas pengaruh mereka terutama ke Suriah. Mereka memanfaatkan momen pemberontakan rakyat melawan kediktatoran Bashar al-Assad.
Seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu (1/8/2012), dalam Laporan Terorisme AS pada 2011 lalu, Al Qaeda kini lebih gencar meningkatkan kerja sama di daerah yang lemah. Iran disebut sekutu terbaik Al Qaeda.
Al Qaeda menyebut Iran, "Sponsor terkemuka kegiatan teroris di dunia, penyediakan dana, dan dukungan bagi kelompok-kelompok teroris dan militan di seluruh Timur Tengah."
AS menilai, baik Iran maupun Al Qaeda keduanya saling membantu memicu kerusuhan dengan menyebarkan ideologi kekerasan ekstremis dan retorika di beberapa wilayah dunia yang paling bergolak.
Kini bermunculan kelompok-kelompok baru yang telah berafiliasi dengan Al Qaeda di seluruh dunia.
Keberadaan Al Qaeda di Semenanjung Arab menjadi ancama sangat serius. Kelompok ini, berhasil menguasai wilayah Yaman bagian selatan dan terus menciptakan kerusuhan di Yaman. Mereka juga gencar mendorong persengkokolan melawan regional dan kepentingan pihak barat.
Sementara di Afrika Utara mereka memiliki cabang yang dikenal dengan nama Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM). Selain itu, ada juga kelompok militan Boko Haram di Nigeria, yang diberitakan memiliki dengan hubungan Al-Qaeda di sekitar Semenanjung Sinai Mesir.
Di Irak, kelompok ini mulai berafilisasi setelah AS menarik mundur pasukannya. Afiliasi Al Qaeda di Irak dinilai sebagai cabang yang paling giat memperluas pengaruh mereka terutama ke Suriah. Mereka memanfaatkan momen pemberontakan rakyat melawan kediktatoran Bashar al-Assad.
()