Kim Jong-Un: Korut tidak akan reformasi
Minggu, 29 Juli 2012 - 20:58 WIB
Kim Jong-Un: Korut tidak akan reformasi
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) tidak berencana untuk melakukan reformasi politik. Pemimpin Korut Kim Jong-Un menegaskan negara ini tidak akan mengubah susunan anggota parlemen ataupun membuat kebijakan baru.
Pernyataan ini dikemukakan setelah Korea Selatan (Korsel) menyerukan agar Korut mengubah sistem politiknya. “Reformasi hanya mimpi konyol Korsel,” imbuh Kim Jong-Un, seperti dikutip Asia One, Minggu (29/7/2012).
Jong-Un yang mengambil kendali kekuasaan pada Desember lalu pasca kematian ayahnya, Kim Jong-Il, diduga akan melakukan perubahan besar-besaran. Spekulasi tentang perubahan di tubuh parlemen Korut dipicu pemecatan kepala militer Korut Ri Yong-ho yang berasal dari rezim komunis.
Selain itu, Kim Jong-Un juga menuduh Pemerintah Korsel berusaha menerapkan sistem kapitalis ke Korut dengan "terompet reformasi dan keterbukaan". Kim bertekad mewarisi gaya kepemimpinan komunis dari ayahnya, meskipun perekonomian Korut terpuruk dan penduduknya kurang gizi selama puluhan tahun.
Pernyataan ini dikemukakan setelah Korea Selatan (Korsel) menyerukan agar Korut mengubah sistem politiknya. “Reformasi hanya mimpi konyol Korsel,” imbuh Kim Jong-Un, seperti dikutip Asia One, Minggu (29/7/2012).
Jong-Un yang mengambil kendali kekuasaan pada Desember lalu pasca kematian ayahnya, Kim Jong-Il, diduga akan melakukan perubahan besar-besaran. Spekulasi tentang perubahan di tubuh parlemen Korut dipicu pemecatan kepala militer Korut Ri Yong-ho yang berasal dari rezim komunis.
Selain itu, Kim Jong-Un juga menuduh Pemerintah Korsel berusaha menerapkan sistem kapitalis ke Korut dengan "terompet reformasi dan keterbukaan". Kim bertekad mewarisi gaya kepemimpinan komunis dari ayahnya, meskipun perekonomian Korut terpuruk dan penduduknya kurang gizi selama puluhan tahun.
()