Wabah Ebola tewaskan14 orang di Uganda
Minggu, 29 Juli 2012 - 15:05 WIB
Wabah Ebola tewaskan14 orang di Uganda
A
A
A
Sindonews.com - Wabah Ebola yang mematikan telah merenggut setidaknya 14 orang di Uganda. Kementerian Kesehatan Uganda dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan, saat ini penyelidikan sedang dilakukan setelah belasan korban dilaporkan tewas.
Seperti dilansir RTTnews, Minggu (29/7/2012), Kementerian Kesehatan Uganda mengatakan, kasus kematian akibat demam tengah diteliti oleh Uganda Virus Research Institute di Entebbe. Sejauh ini, penelitian tersebut menunjukkan penyakit yang melanda daerah Kibaale di Uganda bagian barat disebabkan virus Ebola.
Langkah darurat telah dilakukan Kementerian Kesehatan Uganda untuk menangani penyebaran wabah lebih lanjut. Demam akibat sebuah virus mematikan diyakini pertama kali menyerang pada bulan Juni, meskipun tidak diidentifikasi sebagai Ebola. Sebuah laporan penelitian memperlihatkan sekitar 20 kasus dengan 14 kematian terjadi sejak awal Juli 2012.
Sementara itu, sebagian besar penduduk Kabupaten Kibaale mungkin telah tertular penyakit virus Ebola ketika menghadiri pemakaman. Untuk mengantipasi penyebaran virus, Kementerian Kesehatan Uganda telah mempersiapkakan para ahli dari pelayanan medis, WHO, dan Pusat Pengendalian Penyakit.
Petugas medis telah ditempatkan pada berada lokasi guna melakukan penyelidikan di Kibaale. Kabupaten itu merupakan pemukiman yang terletak 170 kilometer dari ibu kota Uganda, Kampala.
Menurut penelitian, virus Ebola dapat menular dan menyebabkan gejala demam, muntah, dan diare. Dalam beberapa kasus, penderita akan mengalami perdarahan. Demam Ebola memiliki tingkat kematian yang tinggi, tergantung pada subtipe virus.
Seperti dilansir RTTnews, Minggu (29/7/2012), Kementerian Kesehatan Uganda mengatakan, kasus kematian akibat demam tengah diteliti oleh Uganda Virus Research Institute di Entebbe. Sejauh ini, penelitian tersebut menunjukkan penyakit yang melanda daerah Kibaale di Uganda bagian barat disebabkan virus Ebola.
Langkah darurat telah dilakukan Kementerian Kesehatan Uganda untuk menangani penyebaran wabah lebih lanjut. Demam akibat sebuah virus mematikan diyakini pertama kali menyerang pada bulan Juni, meskipun tidak diidentifikasi sebagai Ebola. Sebuah laporan penelitian memperlihatkan sekitar 20 kasus dengan 14 kematian terjadi sejak awal Juli 2012.
Sementara itu, sebagian besar penduduk Kabupaten Kibaale mungkin telah tertular penyakit virus Ebola ketika menghadiri pemakaman. Untuk mengantipasi penyebaran virus, Kementerian Kesehatan Uganda telah mempersiapkakan para ahli dari pelayanan medis, WHO, dan Pusat Pengendalian Penyakit.
Petugas medis telah ditempatkan pada berada lokasi guna melakukan penyelidikan di Kibaale. Kabupaten itu merupakan pemukiman yang terletak 170 kilometer dari ibu kota Uganda, Kampala.
Menurut penelitian, virus Ebola dapat menular dan menyebabkan gejala demam, muntah, dan diare. Dalam beberapa kasus, penderita akan mengalami perdarahan. Demam Ebola memiliki tingkat kematian yang tinggi, tergantung pada subtipe virus.
()