Bentrok di Irak tewaskan 19 orang
Kamis, 26 Juli 2012 - 20:52 WIB
Bentrok di Irak tewaskan 19 orang
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan antara militan dengan tentara Irak telah menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk 11 polisi. Gerilyawan menjatuhkan sebuah helikopter militer hari Kamis 26 Juli. Serangan terjadi di kota Hadid, sekitar 10 kilometer bagain utara ibu kota Diyala, Provinsi Baquba, Irak.
“Pertempuran ini diduga didalangi kelompok Al-Qaeda. Bentrokan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan Al-Qaeda untuk merebut kembali salah satu benteng yang pernah mereka kuasai,” ujar seorang pejabat daerah setempat, seperti dikutip Chron.com, Kamis (26/7/2012).
Sementara itu, pejabat Diyala, Salih Ebressim Khalil mengatakan, militan melepaskan tembakan ke arah helikopter militer Irak. Awalnya, penembakan helikopter hanya menewaskan satu tentara dan melukai beberapa korban lain.
Namun, helikopter dipaksa melakukan pendaratan darurat dan pertempuran bertambah parah. Helikopter ini memang ditugaskan untuk mengawasi militan sejak serangan sebelumnya menghancurkan pos pemeriksaan keamanan dekat Hadid, sekitar 70 kilometer di timur laut Irak.
Pimpinan Al-Qaeda di Diyala, Abu Bakar al-Baghdadi menegaskan akan menyerang dinding pertahanan Irak. Abu Bakar al-Baghdadi berencana merebut kembali daerah kekuasaan mereka sebelum diusir keluar oleh militer Amerika Serikat (AS) sejak Desember lalu. Kawasan itu telah lama diperebutkan Pemerintah Irak dengan kelompok Al-Qaeda.
Diyala merupakan daerah perbatasan Irak dan Iran yang didominasi kaum Sunni. Kota ini memiliki populasi Syiah terbesar, di samping beberapa etnis Kurdi.
Sebelumnya, Diyala telah menjadi medan pertempuran gerilyawan Sunni yang mencoba mengambil alih kekuasaan di kawasan itu. Puncak pertempuran terjadi tahun 2005 dan 2007.
“Pertempuran ini diduga didalangi kelompok Al-Qaeda. Bentrokan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan Al-Qaeda untuk merebut kembali salah satu benteng yang pernah mereka kuasai,” ujar seorang pejabat daerah setempat, seperti dikutip Chron.com, Kamis (26/7/2012).
Sementara itu, pejabat Diyala, Salih Ebressim Khalil mengatakan, militan melepaskan tembakan ke arah helikopter militer Irak. Awalnya, penembakan helikopter hanya menewaskan satu tentara dan melukai beberapa korban lain.
Namun, helikopter dipaksa melakukan pendaratan darurat dan pertempuran bertambah parah. Helikopter ini memang ditugaskan untuk mengawasi militan sejak serangan sebelumnya menghancurkan pos pemeriksaan keamanan dekat Hadid, sekitar 70 kilometer di timur laut Irak.
Pimpinan Al-Qaeda di Diyala, Abu Bakar al-Baghdadi menegaskan akan menyerang dinding pertahanan Irak. Abu Bakar al-Baghdadi berencana merebut kembali daerah kekuasaan mereka sebelum diusir keluar oleh militer Amerika Serikat (AS) sejak Desember lalu. Kawasan itu telah lama diperebutkan Pemerintah Irak dengan kelompok Al-Qaeda.
Diyala merupakan daerah perbatasan Irak dan Iran yang didominasi kaum Sunni. Kota ini memiliki populasi Syiah terbesar, di samping beberapa etnis Kurdi.
Sebelumnya, Diyala telah menjadi medan pertempuran gerilyawan Sunni yang mencoba mengambil alih kekuasaan di kawasan itu. Puncak pertempuran terjadi tahun 2005 dan 2007.
()