PM Noda larang pesawat MV-22 Osprey AS
Selasa, 24 Juli 2012 - 19:40 WIB
PM Noda larang pesawat MV-22 Osprey AS
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihiko Noda menegaskan penerbangan pesawat MV-22 Osprey milik Amerika Serikat (AS) harus menunggu sampai penyelidikan ke terakhir selesai.
“Pemerintah Jepang tidak akan mengizinkan militer AS untuk menerbangkan pesawat transportasi terbarunya di negara itu sampai masalah keamanan ditangani,” ujar Noda seperti dikutip Aljazeera, Selasa (24/7/2012).
PM Noda mengatakan kepada parlemen, penerbangan pesawat MV-22 Osprey baru diizinkan berlangsung sampai penyelidikan dua kecelakaan terakhir diselesaikan.
Kecelakaan itu terjadi pada bulan April dan Juni. Setelah itu, pesawat tersebut tidak diizinkan beroperasi di tempat kejadian yang keamanannya belum selesai diperiksa.
Pendaratan MV-22 Osprey ke basis militer AS di Pulau Okinawa telah menjadi permasalahan politik di Jepang. Pasalnya, Okinawa merupakan tuan rumah sekitar 30 ribu tentara AS di Jepang.
Pengiriman pesawat itu ditentang para pengunjuk rasa anti AS. Namun, pesawat pertama dari 12 Ospreys yang akan dikirim ke Okinawa sudah tiba di Jepang hari Senin 23 Juli.
The Osprey adalah pesawat hibrida dengan rotor. Pesawat MV-22 Osprey bisa lepas landas seperti helikopter. Selain itu, mesin MV-22 Osprey dapat miring ke depan, sehingga dapat terbang dengan kecepatan lebih tinggi dari helikopter. Sayangnya, pengembangan pesawat terganggu sejak tahun 1990, tetapi pejabat AS menyampaikan masalah teknis tersebut telah dijernihkan.
“Pemerintah Jepang tidak akan mengizinkan militer AS untuk menerbangkan pesawat transportasi terbarunya di negara itu sampai masalah keamanan ditangani,” ujar Noda seperti dikutip Aljazeera, Selasa (24/7/2012).
PM Noda mengatakan kepada parlemen, penerbangan pesawat MV-22 Osprey baru diizinkan berlangsung sampai penyelidikan dua kecelakaan terakhir diselesaikan.
Kecelakaan itu terjadi pada bulan April dan Juni. Setelah itu, pesawat tersebut tidak diizinkan beroperasi di tempat kejadian yang keamanannya belum selesai diperiksa.
Pendaratan MV-22 Osprey ke basis militer AS di Pulau Okinawa telah menjadi permasalahan politik di Jepang. Pasalnya, Okinawa merupakan tuan rumah sekitar 30 ribu tentara AS di Jepang.
Pengiriman pesawat itu ditentang para pengunjuk rasa anti AS. Namun, pesawat pertama dari 12 Ospreys yang akan dikirim ke Okinawa sudah tiba di Jepang hari Senin 23 Juli.
The Osprey adalah pesawat hibrida dengan rotor. Pesawat MV-22 Osprey bisa lepas landas seperti helikopter. Selain itu, mesin MV-22 Osprey dapat miring ke depan, sehingga dapat terbang dengan kecepatan lebih tinggi dari helikopter. Sayangnya, pengembangan pesawat terganggu sejak tahun 1990, tetapi pejabat AS menyampaikan masalah teknis tersebut telah dijernihkan.
()